TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2025

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers

Kasus Diabetes di Indonesia Naik, Ternyata Ini Sebabnya

Reporter: Gema
Editor: admin
Kamis, 07 Maret 2024 | 15:33 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

SERPONG - Saat ini, Indonesia menempati peringkat lima di dunia dengan kasus diabetes tertinggi dengan jumlah 19,5 juta kasus. Ternyata salah satu penyebabnya, adalah tingginya tingkat konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Kesehatan Prof Dante Saksono Harbuwono, saat memberikan sambutan di acara Diseminasi Riset Dampak Kesehatan dan Ekonomi Cukai MBDK CISDI, Kamis (7/3/2024).

"Berdasarkan IDF indonesia dalam top 5 besar dengan prevalensi diabetes tertinggi setelah China, India, Pakistan, dan Amerika Serikat," ucap Prof Dante.

Jumlah kasus diabetes di Indonesia pun diprediksi akan meningkat. Maka dari itu, diperlukan langkah nyata untuk mencegah bertambahnya penyakit diabetes ini.

"19,5 juta mengalami diabetes dan diprediksi akan terus meningkat 28,5 juta pada tahun 2045. Salah satu penyebab konsumsi MBDK yang terbukti meningkatkan risiko penyakit diabetes, hipertensi, dan penyakit tak menular lainnya," sambungnya.

Menurutnya, salah satu langkah efektif untuk menekan kasus diabetes di Indonesia, adalah dengan memberlakukan cukai MBDK. 

Aturan tersebut juga terbukti efektif menekan kasus diabetes di 100 negara yang sudah meberlakukan cukai MBDK. Sementara di Indonesia, harga MBDK yang murah menjadi faktor tingkat konsumsinya yang tinggi.

"Di Indonesia sendiri data Susenas menunjukkan rumah tangga mengeluarkan Rp 90 triliun rupiah pada tahun 2022. Tumbuh sekitar 9 persen dari estimasi nilai belanja nasional MBDK di tahun 2017," ungkap Prof Dante.

Atas hal tersebut, Prof Danten berharap cukai MBDK ini dapat segera diterapkan di tahun 2024.

"Saya mengharapkan komitmen kita bersama untuk kebijakan dalam mendukung penerapan cukai MBDK 2024 agar bisa ditindaklanjuti. Menurunkan konsumsi MBDK diharapkan membawa perubahan positif pada kesehatan masyarakat jangka panjang," tutupnya.

Komentar:
ePaper Edisi 15 Mei 2025
Berita Populer
02
05
Gisella Anastasia, Kenalkan Pacar Barunya

Selebritis | 1 hari yang lalu

06
SPMB 2025 Untuk SDN Dilakukan Secara Online

TangselCity | 1 hari yang lalu

08
Harus Menang, Real Madrid Jamu Real Mallorca

Olahraga | 1 hari yang lalu

09
10
Lokasi SIM Keliling Tangsel Selasa 13 Mei 2025

TangselCity | 2 hari yang lalu

GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit