TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Penyaluran KJP Tersendat, Warga Banyak Yang Ngeluh

Oleh: Farhan
Rabu, 10 Juli 2024 | 10:53 WIB
Ilustrasi. Goto : Ist
Ilustrasi. Goto : Ist

JAKARTA - Pencairan dana bantuan pendidikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang disediakan diberikan kepada penerima manfaat. Mereka menyampaikan hal tersebut kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) maupun Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Seperti saat meresmikan Rumah Barokah Palmerah, di Jakarta Barat, Rabu (3/7/2024), Heru mendapat keluhan warga yang menyatakan belum menerima dana KJP. Terutama yang terdaftar dalam tahap I gelombang dua, dana KJP-nya belum cair selama tiga bulan, Mei-Juli 2024.

Di hadapan warga, Heru mengaku sudah menandatangani pencairan bantuan pendidikan tersebut sejak dua minggu lalu.

“Mudah-mudahan prosesnya berjalan dengan baik,” kata Mantan Wali Kota Jakarta Utara itu sambil meminta Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mempercepat penyaluran dana KJP.

Disdik DKI Jakarta menyatakan, verifikasi dana KJP Plus tahap I gelombang dua telah sampai tahap akhir. Setelah proses verifikasi akhir, Disdik berjanji akan segera melakukan pencairan dana melalui transfer.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, verifikasi merupakan salah satu proses penting yang harus dilakukan ketat dan selektif agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

Untuk itu, pihaknya membentuk tim gabungan khusus yang melibatkan pemangku kepentingan terkait, seperti Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Sosial DKI Jakarta.

”Proses verifikasi kami cepat dengan target satu bulan. Dengan demikian, jarak penerima tahap I gelombang dua tidak terlampau jauh dengan gelombang satu,” kata Budi.

Budi menjanjikan dana KJP tahap I gelombang dua akan cair minggu ini.

”Semoga masyarakat dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan tepat dan cermat, sehingga kita memiliki generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Untuk tahap I gelombang dua terdapat 130.101 data calon penerima KJP yang harus diverifikasi ulang. Angka tersebut bergerak secara fluktuatif, tergantung pada status sosial dan pendapatan ekonomi penerimanya, yang akan terus diperbarui secara berkala.

Sebagai informasi, meski sama-sama mengalami keterlambatan, penerima KJP tahap I gelombang satu telah menerima penyaluran KJP Mei dan Juni 2024 pada Kamis (13/6/2024). Minggu lalu, 460.143 penerima gelombang I tahap satu kembali menerima pencairan dana untuk Juli 2024.

"Pengumuman bagi penerima KJP Plus Tahap I Tahun 2024. Ada informasi penting yang harus kamu ketahui, yaitu pencairan dana KJP Plus Tahap I Tahun 2024 bulan Juli Gelombang I dilaksanakan mulai 4 Juli 2024,” tulis akun Instagram resmi Disdik DKI Jakarta @disdikdki.

Unggahan ini pun menuai kontroversi di kalangan netizen, penerima manfaat KJP tahap I gelombang dua. “Perasaan gelombang satu mulu, gelombang dua kapan siapa?” kesal @handayannurul.

“KJP gelombang 2 kapan cairnya? Sudah tiga bulan belum cair?” tanya @apri9247.

“Apakah statusnya masih verifikasi Dinas Pendidikan gimana nih min? Yang lain sudah cair tiga bulan, kami masih menunggu,” tulis @yuli_arty.

“Selesaikan dulu verifikasinya dong min, nggak ada kejelasan kan kasian. Yang lain di luar tiga bulan, jadi kayak nggak adil banget,” tulis @intan_zean.

“Yang masih verifikasi Dinas Pendidikan kapan cairnya min? Sudah tiga bulan nih, sekolah swasta lagi. Belum bayar sekolah ini,” curhat @dessy_mendess.

“Statusnya masih terverifikasi, semoga saja palsu. Seharusnya kalau memang mau verifikasi semuanya, jangan setengah-setengah gini. Orang yang memiliki mobil dan rumah bersertifikat pada dapat KJP. Orang yang benar-benar membutuhkan kepastian yang tak terbatas, miris!” protes @ida_nurokmah.

“KJP banyak salah sasaran, kenapa nggak turun ke lapangan untuk survei? Masih ada orang yang mampu, suami istri bekerja, punya kontrak, punya rumah. Apa kabarmu sekarang? Yang enak ya enak, yang susah makin susah. Mending dihapus aja lah,” kesal @imaskomasih.

“Kalau mau verifikasi semua verifikasi ulang dong. Ini gelombang kebanyakan orang yang nggak layak malah KJP-nya lancar jaya. Anak saya yatim, saya nggak kerja, rumah saja numpang tapi bantuan apapun nggak pernah dapat, cuma KJP, sekarang malah dipersulit,” ucap @erlinda_na_linda.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo