TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Olahraga Domino Kian Eksis, Macho Gelar Turnamen Beregu Di Tangsel

Reporter & Editor : Redaksi
Sabtu, 31 Januari 2026 | 12:58 WIB
Turnamen domino yang digelar Macho di Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangsel, Sabtu (31/01/2026), diikuti 288 peserta.(ist)
Turnamen domino yang digelar Macho di Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangsel, Sabtu (31/01/2026), diikuti 288 peserta.(ist)

SERPONG-Olahraga domino semakin menunjukkan eksistensinya di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

 

Turnamen domino berskala nasional kembali digelar di kota hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini yakni, di Tandon Ciater, Kecamatan Serpong pada Sabtu (31/01/2026). 

‎ 

Sebelumnya, di akhir 2025 kemarin, untuk kali pertama, Kota Tangsel juga menjadi tuan rumah kejuaraan nasional domino yang dilangsungkan Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI). Para pemain domino dari Jawa Timur, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Jambi, dan Kalimantan turut ambil bagian di kejuaraan tersebut. 

‎ 

Pada turnamen domino kali ini sebanyak 288 orang menjadi peserta. Mereka terbagi dalam 48 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Satu perkumpulan domino ada yang menurunkan dua tim. Turnamen ini digelar Masyarakat Domino Indonesia (Macho). 

‎ 

Ketua Macho, Yuri Anugrah Nasution mengungkapkan, bahwa turnamen ini merupakan bagian dari kegiatan silaturahmi rutin anggota Macho setiap bulannya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. 

‎ 

Yuri menambahkan, di turnamen ini menggunakan format pertandingan beregu. Format ini merupakan yang pertama kali diterapkan di Indonesia. Peraturannya tetap mengacu pada regulasi dari PORDI. 

‎ 

“Kami ingin menunjukkan bahwa domino ini adalah olahraga yang beradab, bukan sekadar kumpul-kumpul yang identik dengan perjudian,” ucap Yuri, Sabtu (31/01/2026). 

‎ 

Yuri menerangkan, para pencinta olahraga domino ini akan terus berupaya memasyarakatkan olahraga tersebut di Tanah Air. Sejumlah sekolah domino juga sudah didirikan di beberapa wilayah.

‎ 

"Beberapa klub domino sudah mendirikan sekolah domino. Daripada main uno, domino lebih memiliki nilai seni dalam pertandingannya,” jelasnya.

‎ 

Salah satu peserta turnamen, Kolonel TNI, Eko Natalius mengapresiasi inovasi format beregu pada kejuaraan yang berhadiah total Rp 26 juta ini. “Format Ini sesuatu yang sangat luar biasa karena belum pernah dilaksanakan,” katanya. 

‎ 

Ia berharap agar domino dapat segera menjadi cabang olaraga anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan diakui. 

 

“Pencinta domino tidak bisa dibendung, dari tongkrongan sampai gedung bertingkat banyak yang suka,” jelasnya.

 Kolonel Eko menjelaskan, bahwa domino mengandalkan kombinasi strategi, kecerdasan, dan faktor keberuntungan. “Kalau mau menang, kartu bagus, banyak-banyak beramal. Amal dalam keluarga, minta doa sebelum berangkat,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit