Pemkab Lebak Kuatkan Layanan Dasar dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat
LEBAK - Dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lebak Tahun 2025-2029, pemerintah daerah menetapkan sejumlah program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam lima tahun ke depan. Dalam dokumen RPJMD tertuang 15 Proyek Strategis Daerah (PSD), salah satunya program “Pembangunan Jalan Poros Desa Produktif”.
Pembangunan tersebut dimaksudkan sebagai upaya pemerataan infrastruktur dan memperkuat konektivitas daerah. Jalan poros desa produktif merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan kawasan dan permukiman di dalam dan antar desa, berperan penting dalam meningkatkan aksesibilitas, mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Melalui Keputusan Bupati Lebak Nomor: 620/Kep.16-PUPR/2023, ditetapkan target program “Pembangunan Jalan Poros Desa Produktif” ini mencakup 1.968,02 kilometer yang terbagi ke dalam 588 ruas jalan. Dari total panjang 1.968,02 kilometer, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menargetkan rencana penanganan 30-50 kilometer per tahun yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran pada tahun berjalan.
Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya mengatakan, manfaat pembangunan jalan poros desa produktif ini dapat mendukung sistem logistik dan mobilitas yang efektif terhadap beberapa kawasan seperti ketahanan pangan, pariwisata, pengembangan ekonomi hijau dan biru serta keberadaan layanan pemerintahan. “Komitmen ini sebagai bentuk upaya sinergitas dan kolaborasi terhadap program prioritas Pemerintah Provinsi Banten dan Asta Cita ke-6 dalam RPJMN Tahun 2025-2029,” ujar Hasbi, Rabu (4/3/2026).
Dikatakan Hasbi bersama Wakil Bupati Amir Hamzah melalui visi Lebak Ruhay, ia ingin memastikan ketersedian akses layanan dasar yang layak bagi masyarakat Lebak. Tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga layanan pendidikan dan kesehatan, hunian layak serta kebijakan inklusif yang mendorong peningkatan perekonomian masyarakat melalui kegiatan ekonomi kerakyatan, ekonomi kreatif melalui pendekatan local wisdom serta investasi padat karya.
“Di bawah kepemimpinan Hasbi-Amir, kami ingin memastikan ketersediaan layanan dasar yang layak bagi masyarakat Lebak. Namun semua target yang ditetapkan tidak akan tercapai tanpa dukungan dari semua pihak, saya berhasil semua entitas bisa bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi membangun Lebak yang lebih ruhay,” ungkapnya.
Pada sisi investasi, Pemkab Lebak juga mendorong agar investasi yang masuk bukan hanya sekadar angka secara kuantitatif melainkan bisa berdampak terhadap masyarakat. “Tujuan investasi berkualitas di Lebak bukan hanya sekadar angka, tapi tentang dampak nyata bagi masyarakat,” kata Hasbi.
Menurutnya, investasi yang masuk ke Kabupaten Lebak harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan turunan ekonomi, memberdayakan UMKM, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menyerap tenaga kerja serta berwawasan lingkungan “Ini adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Lebak untuk memastikan setiap pembangunan membawa kesejahteraan yang merata dan berkelanjutan. Mari bersama wujudkan Lebak yang maju,” pungkasnya.(*)
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Internasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu


