Polda Metro Jaya Ungkap Kronologi Penyiraman Aktivis, 2 Pelaku Teridentifikasi
JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya mengungkap kronologi kasus penyiraman air keras ke aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi dua terduga pelaku berinisial BHC dan MHK berdasarkan hasil penyelidikan serta analisis rekaman kamera pengawas (CCTV).
“Dari rekaman CCTV, terlihat dua orang yang diduga sebagai eksekutor penyiraman, serta satu kendaraan lain yang melakukan pemantauan terhadap korban,” kata Iman di Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan, penyidik merekonstruksi pergerakan korban dan para pelaku melalui puluhan titik CCTV. Korban diketahui sempat berada di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia untuk mengikuti kegiatan podcast sebelum meninggalkan lokasi sekitar pukul 22.33 WIB.
Berdasarkan penelusuran, para pelaku diduga telah mengikuti korban sejak beberapa jam sebelum kejadian. Rekaman CCTV pada sore hari memperlihatkan keberadaan pelaku di sejumlah titik menuju lokasi kejadian perkara (TKP).
Iman menuturkan, para pelaku sempat bergerak dari wilayah Jakarta Selatan menuju Jalan Medan Merdeka Timur di sekitar Stasiun Gambir, yang diduga menjadi titik awal pengintaian. Mereka kemudian melintasi Jalan Ir. H. Juanda hingga ke kawasan Medan Merdeka Barat, sebelum kembali ke arah YLBHI dan bergerak ke SPBU Cikini.
“Korban sempat berhenti untuk mengisi bahan bakar sekitar pukul 23.32 hingga 23.35 WIB. Diduga empat orang pelaku menggunakan dua sepeda motor sudah menunggu di sekitar lokasi,” ujarnya.
Tak lama setelah korban meninggalkan SPBU, para pelaku mengikuti hingga ke kawasan Salemba. Polisi menduga aksi penyiraman terjadi sekitar pukul 23.37 WIB.
Usai kejadian, para pelaku melarikan diri dengan cara berpencar. Dua orang bergerak ke arah kawasan Merdeka, sementara dua lainnya melawan arus menuju Senen, lalu terdeteksi menuju Kramat Raya hingga Gondangdia dan sejumlah wilayah lain.
Penyidik juga menemukan indikasi perubahan pakaian oleh pelaku setelah kejadian. Diduga pakaian yang terkena cairan dilepas dan dibuang di sekitar TKP, dan kini telah diamankan sebagai barang bukti untuk pemeriksaan forensik.
Seluruh rekaman yang kami tampilkan merupakan data asli dari CCTV, bukan hasil rekayasa,” tegas Iman.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyebut pergantian pakaian tersebut diduga sebagai upaya menghilangkan jejak atau karena pelaku turut terkena cairan berbahaya.
“Bisa jadi untuk menghilangkan jejak atau juga terkena cairan tersebut. Namun untuk pastinya nanti setelah pelaku diamankan,” katanya.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri menegaskan komitmen pihaknya untuk menangani kasus ini secara objektif, transparan, dan profesional.
“Kami ingin memastikan proses penegakan hukum berjalan secara objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Hingga kini, polisi telah memeriksa sedikitnya 15 saksi dan terus mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain, mengingat jumlah pelaku diduga lebih dari dua orang.
Untuk mempercepat pengungkapan kasus, Polda Metro Jaya membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait pelaku melalui hotline 110 dan nomor 0812-8559-9191.
Penyelidikan masih terus dilakukan guna mengungkap seluruh pelaku serta motif di balik aksi kekerasan tersebut.
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Politik | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu












