Harga Emas Berpotensi Tembus Rp 3 Juta per Gram, Ini Faktor Pendorongnya
JAKARTA – Harga emas dunia dan logam mulia diproyeksikan masih akan bergerak fluktuatif dalam waktu dekat, seiring meningkatnya ketidakpastian global. Namun di balik volatilitas tersebut, peluang kenaikan hingga menembus Rp 3 juta per gram semakin terbuka lebar.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa tekanan geopolitik serta penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas saat ini.
Ia menyebutkan, harga emas dunia sebelumnya ditutup di level USD 4.671 per troy ounce, sementara harga logam mulia di dalam negeri berada di kisaran Rp 2.857.000 per gram. Jika terjadi koreksi, harga emas berpotensi turun ke level support USD 4.543 per troy ounce, dengan harga logam mulia sekitar Rp 2.827.000 per gram.
“Jika tekanan berlanjut, bukan tidak mungkin harga emas domestik turun ke bawah Rp 2,8 juta per gram,” ujarnya.
Meski demikian, prospek kenaikan harga emas tetap kuat. Ibrahim menilai, meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya di Timur Tengah dan Eropa Timur, akan mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven.
Konflik yang melibatkan sejumlah negara, termasuk potensi eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran, diperkirakan akan memicu kenaikan harga minyak dunia dan memperkuat dolar AS.
Dampaknya, nilai tukar rupiah berpotensi melemah, yang pada akhirnya turut mendongkrak harga emas di dalam negeri.
Jika tren kenaikan berlanjut, harga emas dunia diprediksi mampu menembus level resistance di USD 5.080 per troy ounce. Kondisi ini membuka peluang harga logam mulia di Indonesia mencapai Rp 3 juta per gram dalam waktu dekat.
“Potensi menembus Rp 3 juta per gram sangat besar, bahkan bisa terjadi dalam pekan depan jika sentimen global terus memanas,” jelasnya.
Selain faktor geopolitik, arah kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi perhatian pasar. Data ekonomi AS yang masih solid berpotensi membuat bank sentral menahan suku bunga, yang dalam jangka pendek bisa menekan harga emas.
Namun secara keseluruhan, ketidakpastian global dan risiko konflik dinilai tetap menjadi faktor dominan yang menopang kenaikan harga emas ke depan.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Internasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu


