TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Gerindra Awasi Kinerja Menteri: Jangan Sekadar Laporan “Asal Bapak Senang”

Reporter & Editor : AY
Sabtu, 11 April 2026 | 09:51 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Azis Subekti. Foto : Ist
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Azis Subekti. Foto : Ist

JAKARTA - Partai Gerindra menegaskan pentingnya kinerja nyata dari para pembantu presiden. Para menteri di Kabinet Merah Putih diingatkan agar tidak hanya menyusun laporan yang terlihat baik di atas kertas, tetapi lemah dalam pelaksanaan.

 

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Azis Subekti, menekankan bahwa Prabowo Subianto membutuhkan laporan yang jujur dan apa adanya, bukan sekadar formalitas untuk menyenangkan atasan.

 

Menurut Azis, budaya kerja yang “asal bapak senang” (ABS) harus ditinggalkan. Ia menilai, negara tidak membutuhkan laporan penuh klaim keberhasilan, tetapi minim kejujuran terkait tantangan di lapangan.

 

Ia juga mengapresiasi arahan Presiden Prabowo dalam rapat kerja kabinet pada 8 April 2026 yang menyoroti pentingnya disiplin anggaran dan keberpihakan pada ekonomi rakyat. Namun, Azis mengingatkan bahwa tantangan terbesar justru terletak pada implementasi kebijakan di tingkat teknis.

 

Para menteri dan pimpinan lembaga diminta lebih terbuka dalam mengungkapkan kendala nyata yang dihadapi. Dengan begitu, pemerintah dapat merumuskan solusi yang lebih tepat dan efektif.

 

Selain itu, Azis turut menyoroti maraknya informasi menyesatkan terkait kondisi ekonomi nasional. Ia mengingatkan bahwa kritik tetap diperlukan dalam demokrasi, namun harus berbasis data dan fakta, bukan opini yang memicu keresahan.

 

Ia menegaskan, stabilitas ekonomi saat ini harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan perbaikan nyata. Tanpa kejujuran dalam pelaksanaan, stabilitas hanya akan menjadi ketenangan semu yang menunda masalah di masa depan.

 

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya penegakan hukum dan konstitusi sebagai fondasi utama negara. Ia mengingatkan bahwa tanpa hukum dan kesepakatan nasional, kehidupan bernegara dapat berubah menjadi “hukum rimba” yang tidak diinginkan rakyat.

 

Presiden pun mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk bekerja dengan integritas, menjaga konsensus kebangsaan, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Komentar:
ePaper Edisi 10 April 2026
Berita Populer
04
Dishub Targetkan PAD Dari Perparkiran Rp 15 M

TangselCity | 3 hari yang lalu

05
Harga Plastik Bikin Pedagang Tertekan

Pos Banten | 3 hari yang lalu

06
07
Pria Berjaket 'Polisi' Cekcok Dengan Ojol

TangselCity | 3 hari yang lalu

09
10
SIM Keliling Kota Tangsel Rabu 8 April 2026

TangselCity | 3 hari yang lalu

GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit