TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Gempa Dahsyat M7,8 Guncang Filipina, Sulawesi Ikut Terdampak

Reporter & Editor : AY
Selasa, 09 Juni 2026 | 08:45 WIB
Kerusakan bangunan di Sulawesi akibat gempa di Filipina. Fotp : zist
Kerusakan bangunan di Sulawesi akibat gempa di Filipina. Fotp : zist

SULAWESI UTARA - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah selatan Filipina, Senin (8/6/2026) pagi. Guncangan kuat yang berpusat di dekat General Santos City, Pulau Mindanao, tidak hanya menimbulkan kerusakan dan korban jiwa di Filipina, tetapi juga dirasakan hingga wilayah Sulawesi Utara, Indonesia.


Berdasarkan data otoritas Filipina, gempa yang dipicu aktivitas subduksi lempeng tersebut terjadi sekitar 13 kilometer barat daya General Santos City, Sarangani. Hingga Senin malam, tercatat sedikitnya 138 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,7.


Kantor Pertahanan Sipil Filipina melaporkan sebanyak 15 orang meninggal dunia dan 129 lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar korban berasal dari wilayah Soccsksargen yang meliputi South Cotabato, Sultan Kudarat, Sarangani, dan General Santos City.


Selain menelan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada puluhan bangunan komersial dan memicu pemadaman listrik di sejumlah wilayah terdampak.

 

Presiden Filipina, , langsung menginstruksikan seluruh instansi pemerintah untuk mempercepat penanganan darurat serta meminta masyarakat menjauhi kawasan pesisir yang berpotensi terdampak tsunami.
“Segera menuju tempat yang lebih tinggi dan aman. Jangan menunggu. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama,” tegas Marcos.


Pemerintah Filipina juga mengerahkan berbagai lembaga terkait untuk mempercepat distribusi bantuan, menyiapkan pusat evakuasi, serta melakukan penilaian kerusakan infrastruktur. Aktivitas belajar mengajar di sejumlah wilayah Mindanao pun dihentikan sementara demi alasan keselamatan.


Dampak gempa turut dirasakan di Indonesia. Getaran kuat terasa hingga Sulawesi Utara, sementara BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Indonesia timur, termasuk Sulawesi Utara, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur.


Gelombang tsunami minor tercatat di beberapa titik pemantauan, antara lain Melonguane setinggi 0,19 meter, Ulu Siau 0,18 meter, dan Kedi, Maluku Utara, 0,09 meter. Namun, BMKG kemudian mencabut peringatan dini tsunami setelah kondisi dinyatakan aman.


Di Sulawesi Utara, tim SAR gabungan dan pemerintah daerah langsung melakukan pemantauan di sejumlah wilayah kepulauan. Warga sempat melakukan evakuasi mandiri akibat kekhawatiran akan potensi tsunami dan gempa susulan.


Data BNPB mencatat sedikitnya 27 rumah warga mengalami kerusakan di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Sebanyak 27 kepala keluarga terdampak akibat bencana tersebut.


Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum di Kabupaten Minahasa Utara, meliputi dua gereja, satu gedung GMIM 76, satu sekolah, serta satu rumah dinas guru.


Meski peringatan tsunami telah dicabut, BNPB tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan dan potensi bahaya dari bangunan yang mengalami kerusakan struktural.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit