TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Respons Aksi Mahasiswa, Qodari: Prabowo Klaim Efisiensi APBN Capai Rp300 Triliun

Reporter & Editor : AY
Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:57 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) M. Qodari. Foto : Ist
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) M. Qodari. Foto : Ist

JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) M. Qodari menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah melakukan efisiensi anggaran negara hingga sekitar Rp300 triliun melalui penghematan belanja serta langkah penutupan kebocoran anggaran.


Pernyataan tersebut disampaikan Qodari sebagai respons atas salah satu tuntutan yang disuarakan mahasiswa dalam aksi demonstrasi di Jakarta pada Jumat (12/6/2026), yang menyoroti dugaan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


Menurut Qodari, sejak awal masa pemerintahan, Prabowo menjalankan kebijakan efisiensi terhadap sejumlah pos belanja yang dinilai tidak mendesak dan tidak esensial. Langkah tersebut, kata dia, menghasilkan penghematan anggaran dalam jumlah besar sekaligus mendorong penggunaan APBN yang lebih efektif dan tepat sasaran.


“Mengenai tudingan pemborosan APBN, yang dilakukan Presiden selama ini justru menghentikan pemborosan di berbagai sektor,” ujar Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (13/6).


Ia menambahkan, pemerintah juga berupaya memperkuat tata kelola keuangan negara dengan menutup berbagai celah kebocoran yang selama ini dinilai merugikan negara.


Qodari menyebut pembentukan Danantara sebagai salah satu langkah untuk memperkuat pengelolaan aset dan kekayaan negara.


“Kalau soal kebocoran, Presiden berada di garis depan dalam upaya memberantas kebocoran anggaran. Karena itu, dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, menjadi penting,” ujarnya.


Meski demikian, Qodari menilai penyampaian aspirasi mahasiswa tetap merupakan bagian yang wajar dalam sistem demokrasi. Pemerintah, kata dia, terbuka menerima kritik, masukan, dan saran dari masyarakat sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat.


Ia menegaskan, kebijakan efisiensi APBN dilakukan untuk memastikan anggaran negara digunakan secara lebih efektif sekaligus mendukung program-program prioritas yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit