300 Personel Disiagakan Cegah Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Pandeglang
Selama Puncak Musim Kemarau Panjang
PANDEGLANG - Untuk mencegah atau mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), serta bagian dari tanggap darurat bencana di Kabupaten Pandeglang, sebanyak 300 personel gabungan telah disiagakan selama puncak musim kemarau panjang.
Adapun 300 personel gabungan terdiri dari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK), TNI, Polri, relawan, serta unsur terkait lainnya, telah melakukan Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana dan Karhutla 2026, di halaman Mapolres Pandeglang, Rabu (5/8).
Wakapolres Pandeglang, Kompol Yudha Hermawan, mengatakan, semua personel tersebut, bakal difokuskan pada upaya pencegahan, patroli, dan penanganan cepat apabila terjadi titik api.
“Secara keseluruhan ada 300 personel gabungan yang disiagakan, ini merupakan program dari pemerintah dan satuan Polri,” katanya.
Kompol Yudha menjelaskan, sebagian petugas akan disiagakan di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bangkonol. Sebab pihaknya menilai TPSA rawan akan terjadi kebakaran saat musim kemarau panjang.
“Di TPSA Bangkonol ada Posko untuk melaksanakan edukasi kepada masyarakat, patroli, dan juga mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di area TPSA Bangkonol,” tegasnya.
Menurut Wakapolres Pandeglang, bahwa momentum tersebut sangat penting untuk mengantisipasi dan memitigasi dampak dari Elnino yang saat ini sedang melanda wilayah Kabupaten Pandeglang.
“Tentunya hal ini perlu diwaspadai untuk mewujudkan stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,“ katanya lagi.
Senada, Kepala Pelaksana BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan mengatakan, potensi Karhutla di Kabupaten Pandeglang tidak terlalu besar. Namun tegas dia, pihaknya harus tetap siap siaga dan waspada.
“Karena memang ada beberapa titik yang bisa menyebabkan kebakaran disaat musim kemarau yang sangat ekstrem seperti ini,” katanya.
Maka dari itulah pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan saat membuka lahan. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat setempat, apabila menemukan indikasi kebakaran atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu Karhutla. “Kami minta masyarakat secepat mungkin melaporkan, jika ada kejadian kebakaran,” tandasnya.
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu



