Iklim Investasi Membaik, DPMPTSP Kota Serang Tawarkan IPRO Industri Pengolahan Pakan Berbasis Ikan
SERANG - Dalam beberapa tahun terakhir iklim investasi di Kota Serang cenderung lebih baik dan menjadi tujuan investasi bagi para pelaku usaha. Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Serang, menyebut nilai investasi sejak 2022 hingga semester pertama 2026 terus merangkak naik.
Pada 2022, realisasi investasi mencapai Rp313 miliar, naik menjadi Rp348 miliar pada 2023. Kemudian nilai investasi kembali naik pada 2024 menjadi Rp453 miliar dan naik Rp810 miliar pada 2025. Terakhir semester pertama 2026 realisasi investasi tembus Rp840 miliar atau 129,23 persen dari target yang hanya Rp650 miliar.
Sekretaris DPMPTSP Kota Serang, Tb. Arief Teguh Prihadi mengatakan, sudah cukup banyak investor yang masuk ke Kota Serang, baik investor dalam negeri maupun mancanegara. “Iya, dan memang juga lambat-laun kan mungkin teman-teman juga sering mendengar semenjak dari awal tahun ataupun dari tahun kemarin, memang banyak pelaku usaha, para investor asing yang berkunjung ke Kota Serang,” ujar Tb. Arief, Senin (10/8/2026).
Bahkan dalam bebera
pa kesempatan, pihaknya sempat mendampingi beberapa investor untuk melihat langsung ke kawasan industri di Sawah Luhur. Untuk memberikan kemudahan investasi, pihaknya juga sudah menyusun Investment Project Ready to Offer (IPRO)/Dokumen Peta Potensi Peluang Investasi.
Dalam IPRO itu, DPMPTSP Kota Serang menawarkan kepada investor, salah satunya adalah peluang unggulan industri pengolahan pakan berbasis ikan. Industri pengolahan pakan berbasis ikan dipilih karena Kota Serang yang berbatasan dengan Kabupaten Serang banyak pabrik pakan ternak yang berbahan baku dari ikan.
“Langkah ini dinilai strategis mengingat banyaknya pabrik pakan di wilayah tetangga, Kabupaten Serang, yang membutuhkan pasokan bahan baku secara berkelanjutan. Dari pada mengambil bahan dari luar kota, kita siapkan kawasan industri di Kota Serang yang bisa menyuplai industri di Kabupaten Serang. Bahan bakunya dapat diambil langsung dari para nelayan di kawasan pesisir, seperti Kasemen, untuk diolah menjadi bahan pakan ternak,” jelas Arief.(*)
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




