TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Prabowo Hormat, Jokowi Dua Jempol: Momen Hangat Dua Presiden di Sidang Tahunan MPR

Reporter & Editor : AY
Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:55 WIB
Presiden Prabowo dan Mantan Presiden ke 7 Jokowi. Foto : Ist
Presiden Prabowo dan Mantan Presiden ke 7 Jokowi. Foto : Ist

JAKARTA - Momen hangat antara Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tersaji seusai pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).


Usai menyampaikan pidato, Prabowo turun dari mimbar untuk menyalami para tamu undangan. Saat tiba di deretan mantan presiden dan wakil presiden, Prabowo langsung menghampiri Jokowi.


Prabowo kemudian memberikan salam hormat kepada Jokowi. Gestur tersebut dibalas Jokowi dengan sikap serupa. Keduanya lalu berjabat tangan dan berbincang singkat dalam suasana yang tampak akrab dan cair.


Kehangatan semakin terlihat ketika keduanya tersenyum dan sempat tertawa bersama. Di sela percakapan, Jokowi juga memberikan gestur dua jempol kepada Prabowo.


Kehadiran Jokowi dalam sidang kenegaraan tersebut turut dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, @jokowi. Dalam unggahannya, Jokowi mengaku bersyukur dapat hadir langsung di Jakarta untuk mengikuti rangkaian sidang kenegaraan.


"Alhamdulillah dapat hadir di Jakarta untuk mengikuti jalannya Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD," tulis Jokowi.


Menurut Jokowi, sidang tersebut menjadi momentum penting untuk melihat capaian pemerintah sekaligus arah kebijakan bangsa ke depan.


"Sidang ini menjadi momentum penting untuk memaparkan capaian pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden @prabowo," sambungnya.


Jokowi juga berharap berbagai kebijakan pemerintah dapat membawa Indonesia menuju kemajuan.


Momen keakraban kedua tokoh tersebut mendapat perhatian dari sejumlah kalangan. Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Ricky Tamba menilai gestur saling menghormati antara Prabowo dan Jokowi mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya persatuan dan stabilitas nasional.


"Politik persatuan dan politik kebangsaan selalu menjadi landasan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Ricky kepada Rakyat Merdeka Group.


Menurut Ricky, perbedaan dan perdebatan merupakan bagian dari demokrasi. Namun, rivalitas politik seharusnya tidak menghilangkan persaudaraan.


"Demokrasi boleh keras dalam perdebatan, tetapi jangan kehilangan persaudaraan. Rivalitas politik berhenti ketika kepentingan rakyat dan negara menjadi taruhan," ujarnya.


Ricky menilai hubungan baik antara Prabowo dan Jokowi juga menjadi pesan penting bagi para elite politik dan masyarakat untuk terus mengedepankan politik persatuan.


Senada, Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno mengatakan masyarakat akan merasa senang melihat para pemimpin nasional mampu menjaga hubungan yang guyub dan teduh.


Menurut Eddy, komunikasi antarpemimpin nasional merupakan bagian dari upaya memberikan masukan yang produktif dan konstruktif demi kemajuan Indonesia.


"Tidak perlu diragukan lagi kecintaan para pemimpin kita pada Merah Putih. Ini yang menjadi dasar komunikasi dan hubungan yang terjalin di antara para pemimpin nasional kita," ujar Eddy.


Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso juga menilai gestur dua jempol Jokowi kepada Prabowo menunjukkan hubungan baik yang tetap terjalin di antara keduanya.


Menurut Sugiat, hubungan baik Prabowo tidak hanya dengan Jokowi, tetapi juga dengan para presiden terdahulu.


"Sesungguhnya, Pak Prabowo juga menjalin hubungan yang sangat baik dengan presiden-presiden terdahulu, seperti Bu Mega, Pak SBY, dan apalagi Jokowi, bahkan dengan seluruh elite politik," katanya.


Momen Prabowo dan Jokowi tersebut pun menjadi gambaran bahwa perbedaan politik tidak harus menghapus hubungan baik. Keduanya menunjukkan bahwa persatuan dan kepentingan bangsa tetap dapat menjadi titik temu di tengah dinamika politik nasional.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit