TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

MoLiNas Resmi Diluncurkan, Indonesia Didorong Jadi Basis Produksi EV Global

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 17 Agustus 2026 | 09:06 WIB
Presiden Prabowo Subianto di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Foto : Ist
Presiden Prabowo Subianto di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Foto : Ist

JAKARTA - Pemerintah resmi memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui peluncuran Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya. Langkah ini menegaskan komitmen Indonesia untuk tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga menjadi basis produksi dan pengembangan teknologi Electric Vehicle (EV) berdaya saing global.


MoLiNas diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).


Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, peluncuran MoLiNas menjadi momentum penting untuk memperkuat kemampuan industri nasional, khususnya dalam penguasaan teknologi, pendalaman struktur industri, serta peningkatan penggunaan komponen dalam negeri.


“Peluncuran MoLiNas menjadi momentum memperkuat kemampuan industri nasional dalam penguasaan teknologi, pendalaman struktur industri, serta peningkatan penggunaan komponen dalam negeri,” ujar Agus, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (14/8/2026).


Menurut Agus, pengembangan MoLiNas sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat kemandirian bangsa melalui penguasaan sains, teknologi, dan kemampuan industri nasional.


Pengembangan MoLiNas juga melibatkan pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pelaku swasta, lembaga riset, akademisi, hingga sektor keuangan. Sinergi tersebut menjadi bagian dari semangat Indonesia Incorporated dalam membangun kekuatan industri dan ekonomi nasional secara bersama-sama.


Agus menuturkan, Indonesia memiliki modal kuat untuk membangun industri kendaraan listrik yang terintegrasi. Saat ini terdapat 69 perusahaan industri KBLBB roda dua dan roda tiga dengan kapasitas produksi mencapai 2,511 juta unit per tahun serta nilai investasi sekitar Rp1,2 triliun.


Sementara itu, industri kendaraan listrik roda empat telah didukung 14 perusahaan dengan kapasitas produksi mencapai 409.860 unit per tahun. Adapun kendaraan komersial listrik terdiri dari 10 perusahaan dengan kapasitas produksi sekitar 7.500 unit per tahun.


Secara keseluruhan, nilai investasi industri perakitan kendaraan listrik nasional telah mencapai sekitar Rp30,468 triliun.


Besarnya kapasitas produksi tersebut menunjukkan Indonesia telah memiliki fondasi manufaktur kendaraan listrik yang cukup kuat. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan pasar berjalan berkelanjutan, meningkatkan utilisasi kapasitas produksi, sekaligus memperdalam struktur industri melalui peningkatan penggunaan komponen dalam negeri.


Perkembangan ekosistem kendaraan listrik juga tercermin dari pertumbuhan populasinya. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, jumlah kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai 468.231 unit hingga April 2026.


Dari jumlah tersebut, kendaraan listrik roda dua menjadi kelompok terbesar dengan 242.909 unit, disusul kendaraan listrik roda empat penumpang sebanyak 223.100 unit.


Pertumbuhan populasi KBLBB nasional juga terbilang pesat. Sepanjang 2020-2025, pertumbuhannya mencatat Compound Annual Growth Rate (CAGR) lebih dari 150 persen, dengan kendaraan listrik roda dua dan roda empat menjadi penggerak utama.


Dengan fondasi industri, kapasitas produksi, investasi, dan pertumbuhan pasar yang terus meningkat, pemerintah menargetkan Indonesia mampu naik kelas dari sekadar konsumen kendaraan listrik menjadi salah satu pusat produksi dan pengembangan EV global.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit