TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Dampak Pestapora dan The Weeknd, Ekonomi Jakarta Bergerak Rp250 Miliar

Reporter: Farhan
Editor: AY
Selasa, 29 September 2026 | 10:46 WIB
Konser musik Pestapora. Foto : Ist
Konser musik Pestapora. Foto : Ist

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut gelaran musik berskala besar memberikan kontribusi signifikan terhadap perputaran ekonomi di Ibu Kota. Dua acara, Pestapora dan konser The Weeknd, disebut menghasilkan pergerakan ekonomi hampir Rp250 miliar.


Pramono mengatakan, angka tersebut diperoleh berdasarkan laporan yang diterimanya terkait pelaksanaan kedua acara tersebut.


" Saya mendapatkan laporan, dalam pelaksanaan Pestapora dan juga The Weeknd selama dua hari ini, ekonomi bergerak di Jakarta akibat itu hampir Rp250 miliar," kata Pramono di Jakarta, Selasa (29/9/2026).


Menurutnya, geliat ekonomi yang muncul dari konser dan festival musik juga memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global. Kehadiran musisi internasional dinilai menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan terhadap Ibu Kota sebagai lokasi penyelenggaraan acara berskala dunia.


Pramono mengungkapkan, apresiasi tersebut juga disampaikan saat dirinya bertemu dengan Dekan New York University dalam kunjungannya ke New York, Amerika Serikat.


Ia menyebut sejumlah nama besar yang dijadwalkan tampil di Jakarta, mulai dari Ye, The Weeknd, Westlife hingga Andrea Bocelli.


"Mereka tahu bahwa di Jakarta akan ada Ye, akan ada The Weeknd yang baru dua hari yang lalu berjalan dengan baik, kemudian ada Westlife, ada Andrea Bocelli," ujarnya.


Pramono menilai, semakin banyaknya musisi dunia yang memilih Jakarta sebagai lokasi pertunjukan menunjukkan Ibu Kota memiliki kapasitas untuk menggelar berbagai agenda internasional.


Evaluasi Ganjil-Genap


Di sisi lain, Pramono juga tengah mengevaluasi sejumlah kebijakan transportasi di Jakarta, termasuk penerapan sistem ganjil-genap dan pelaksanaan car free day (CFD).


Ia menegaskan, setiap kebijakan pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin atau formalitas.


"Intinya begini, saya tidak mau kebijakan itu hanya bersifat seremonial dan tidak memberikan dampak yang signifikan bagi perubahan atau bagi masyarakat," tegasnya.


Pramono mengatakan, evaluasi akan dilakukan bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Kepala Dishub DKI dijadwalkan menyampaikan laporan mengenai sejumlah kebijakan transportasi yang berjalan saat ini.


"Saya menerima Kadishub yang akan melaporkan beberapa hal, termasuk di dalamnya ganjil-genap, kemudian Car Free Day," katanya.


Ia memastikan setiap keputusan yang nantinya diambil terkait ganjil-genap maupun CFD harus berorientasi pada kepentingan warga.


"Saya berharap apa pun yang nanti akan diputuskan, apakah itu ganjil-genap ataukah Car Free Day, itu adalah keputusan yang memberikan manfaat banyak bagi masyarakat Jakarta karena itu menjadi tujuan utama kita semua," tandas Pramono.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit