TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Karya Feyza Meutia, Angkat Pesan Konservasi Pantai Dugong Lewat Visual Kreatif

Oleh: Dhimas MG
Editor: AY
Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:32 WIB
Tema "A Home We Share" langkan konservasi Pantai Dugong mamalia laut yang terancam habitatnya dan pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir pantai.  Foto: Feyza Meutia
Tema "A Home We Share" langkan konservasi Pantai Dugong mamalia laut yang terancam habitatnya dan pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir pantai. Foto: Feyza Meutia

JAKARTA – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dapat disampaikan melalui berbagai cara. Bagi Feyza Meutia, atau yang akrab disapa Fey, pesan konservasi justru lebih kuat ketika dituangkan dalam karya visual.


Mahasiswi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Kesenian Jakarta (IKJ) angkatan 2023 yang menggunakan nama pena Eyi ini mengangkat isu konservasi Pantai Dugong di Bintan, Kepulauan Riau, melalui karya visual yang sarat pesan lingkungan.


Pantai Dugong memang belum sepopuler sejumlah destinasi wisata pesisir lainnya. Namun, kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri, salah satunya keberadaan tiga patung dugong yang menjadi ikon pantai.


Bagi Fey, dugong atau duyung bukan sekadar ikon, tetapi juga dapat menjadi simbol pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut.


“Ini sangat menarik untuk dijadikan sebuah visual,” ujar Fey.


Berangkat dari gagasan tersebut, Fey mengembangkan konsep kampanye sederhana tentang bagaimana Pantai Dugong dapat tetap dinikmati sebagai destinasi wisata sekaligus dijaga kelestarian lingkungannya.


“Menggabungkan beberapa ide gimana cara aku menyampaikan kalau misalnya Pantai Dugong ini bisa kita konservasi lagi,” jelasnya.


Dalam karyanya, Fey menjadikan Pantai Dugong sebagai latar. Ia menggambarkan anak-anak yang tengah merawat lingkungan pantai sambil tetap menikmati suasana bermain. Konsep tersebut sengaja dibuat ringan agar pesan konservasi mudah diterima, terutama oleh generasi muda.


Menurut Fey, berwisata ke pantai bukan berarti harus menjauh dari aktivitas konservasi. Sebaliknya, kegiatan wisata dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan.


“Kita masih bisa mengunjungi pantai itu, tapi kita harus menjaga lingkungannya,” tambahnya.


Tema konservasi dipilih Fey dalam bentuk yang sederhana dan mudah dipahami. Namun, menerjemahkan gagasan tersebut menjadi sebuah visual justru menjadi tantangan tersendiri.
“Membuat konsep-konsep itu jadi sebuah visual sih. Itu yang paling susah menurut aku,” ungkap Fey.


Untuk menghasilkan karya tersebut, Fey terlebih dahulu melakukan riset mengenai objek yang diangkat. Proses riset berlangsung sekitar satu hari, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan sketsa hingga tahap finalisasi. Secara keseluruhan, karya tersebut diselesaikan dalam waktu sekitar dua hingga tiga hari.


Kebiasaan membaca dan menulis cerita juga turut memengaruhi proses kreatif Fey. Baginya, aktivitas tersebut membantu memperkaya ide sekaligus membangun cerita di balik sebuah karya visual.


“Karena aku baca cerita, aku juga suka membuat cerita,” ujarnya.


Kecintaannya terhadap riset bahkan terlihat dalam pengerjaan tugas-tugas kuliah. Fey mengaku proses mencari informasi dan menggali ide untuk sebuah karya terkadang dapat berlangsung hingga berminggu-minggu.


Melalui karya tentang Pantai Dugong, Fey ingin menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus selalu hadir melalui kampanye yang rumit. Pesan sederhana tentang menjaga kebersihan dan kelestarian pantai pun dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran.


Karya tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keindahan Pantai Dugong dan keberadaan dugong sebagai bagian dari ekosistem laut perlu dijaga bersama. Dengan pendekatan kreatif, pesan konservasi diharapkan dapat menjangkau lebih banyak orang dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan untuk generasi mendatang.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit