Pramono: 103 Sekolah Swasta di Jakarta Kini Gratis
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas akses pendidikan melalui program Sekolah Swasta Gratis. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 103 sekolah untuk membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pendidikan berkualitas harus dapat diakses setiap anak tanpa terkendala latar belakang ekonomi. Karena itu, Pemprov DKI terus memperkuat dukungan terhadap siswa sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan peran tenaga pendidik.
Hal tersebut disampaikan Pramono dalam Konferensi Regional Asia-Pasifik Education International ke-10 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Menurut Pramono, pemerataan pendidikan membutuhkan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga harus menggunakan data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan.
“Untuk mencapai hal ini, pemerintah harus mendengarkan rakyatnya, memahami kebutuhan mereka, dan menggunakan data yang andal untuk mengambil keputusan,” ujarnya.
Pramono menegaskan, komitmen meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya berfokus pada siswa, tetapi juga mencakup dukungan bagi guru, termasuk tenaga pendidik di sekolah swasta.
“Komitmen kami juga mencakup dukungan kepada para guru, termasuk mereka yang berada di sekolah swasta, sekaligus memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas melalui sekolah swasta gratis kami yang disebut Sekolah Gratis,” katanya.
Selain program Sekolah Swasta Gratis, Pemprov DKI juga memberikan bantuan pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Pramono menyebutkan, penerima KJP Plus saat ini mencapai lebih dari 700.000 orang. Sementara itu, KJMU telah menjangkau lebih dari 50.000 mahasiswa untuk membantu pembiayaan pendidikan di perguruan tinggi.
“Untuk KJP, kami memiliki lebih dari 700.000 penerima, dan untuk KJMU, kami memiliki lebih dari 50.000 mahasiswa,” ungkapnya.
Pemprov DKI juga berupaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan melalui renovasi gedung sekolah. Sejak 2025, pemerintah daerah menargetkan perbaikan 19 gedung sekolah guna menunjang kegiatan belajar mengajar di berbagai wilayah Jakarta.
Pramono menilai, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, organisasi pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan perlu bersinergi untuk menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Terlebih, Jakarta tengah bertransformasi menjadi kota global. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan kota turut diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Seiring dengan transformasi Jakarta yang terus berlanjut menjadi kota global, kami menyambut baik kesempatan untuk bekerja sama dengan sekolah, universitas, organisasi, dan para pemangku kepentingan lainnya,” tandasnya.
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 12 jam yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Politik | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 3 hari yang lalu
Olahraga | 4 jam yang lalu
Internasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu




