Bos Baru PLN, Publik Menanti Listrik Bebas Blackout
JAKARTA – Pergantian Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) dari Darmawan Prasodjo kepada Suroso Isnandar membawa harapan baru bagi keandalan pasokan listrik nasional. Suroso dituntut membenahi sistem kelistrikan agar pemadaman massal atau blackout yang berulang tidak kembali merugikan masyarakat.
Pergantian pucuk pimpinan PLN itu ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (14/10/2026). Komisaris Independen PLN Andi Arief mengungkapkan, rapat digelar secara daring melalui Zoom dan dihadiri seluruh direksi serta komisaris, termasuk Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata.
Sebelum ditunjuk sebagai dirut, Suroso menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. Andi berharap, kepemimpinan baru mampu melanjutkan transformasi perusahaan.
“Saya yakin, Pak Suroso, Dirut baru, akan melakukan transformasi lanjutan,” ujar Andi.
Suroso menggantikan Darmawan yang memimpin PLN sejak 6 Desember 2021. Selama masa kepemimpinannya, PLN menghadapi sejumlah gangguan pasokan listrik berskala besar di berbagai wilayah.
Sepanjang 2026, setidaknya empat peristiwa pemadaman besar tercatat dalam bahan pemberitaan ini.
Pertama, gangguan kelistrikan di sejumlah wilayah Sumatera pada 22–24 Mei 2026. Pemadaman yang berdampak pada Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan itu dipicu gangguan pada jalur transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai akibat cuaca buruk.
Kedua, pemadaman di sejumlah wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat pada 9 April 2026. Gangguan pasokan dari beberapa gardu induk pada malam hari itu bahkan sempat menghentikan operasional MRT Jakarta.
Ketiga, gangguan listrik bergiliran di sejumlah wilayah Jawa dan Bali pada pekan kedua Juni 2026. Kendala teknis dan persoalan pasokan batu bara ke pembangkit disebut menjadi pemicu gangguan tersebut.
Keempat, pemadaman total di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang pada 12 Oktober 2026. Gangguan yang berlangsung sekitar 15–16 jam itu melumpuhkan aktivitas masyarakat, layanan air bersih, hingga telekomunikasi. Penyebabnya diduga berkaitan dengan sambaran petir dan masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sei Harapan.
Rentetan gangguan tersebut menjadi tantangan bagi Suroso untuk memperkuat keandalan jaringan, meningkatkan kesiapan pembangkit, serta memastikan sistem cadangan berfungsi saat terjadi keadaan darurat.
Prabowo Minta Transformasi Menyeluruh
Sebelum pengangkatannya sebagai Dirut PLN, Suroso mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/10/2026) sore. Pertemuan itu turut dihadiri CEO Danantara Rosan Roeslani.
Rosan mengatakan, Prabowo menginstruksikan percepatan transformasi menyeluruh di tubuh PLN. Agenda tersebut mencakup pembenahan model bisnis, peningkatan efisiensi dan produktivitas, serta percepatan pemanfaatan energi surya dengan kapasitas 100 gigawatt (GW).
Presiden juga meminta agar rancangan transformasi bisnis PLN segera disusun dan dipaparkan untuk ditindaklanjuti.
“Bapak Presiden meminta agar transformasi di PLN, terutama dari segi bisnis modelnya, untuk dibuat dan untuk segera dipaparkan kepada Beliau, untuk segera kita tindaklanjuti,” kata Rosan.
Selain transformasi bisnis, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat turut menjadi perhatian. Menurut Rosan, PLN sebenarnya telah memiliki mekanisme antisipasi krisis, tetapi rencana cadangan tersebut masih perlu disempurnakan guna menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh Indonesia.
Pengamat energi Inas Nasrullah Zubir berharap, pergantian pimpinan PLN diikuti perbaikan nyata dalam pelayanan kelistrikan. Ia menilai, pemadaman besar tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi.
Menurut Inas, pengalaman teknis Suroso di bidang pembangkitan dan penyaluran listrik dapat menjadi modal untuk mengatasi persoalan tersebut.
Ia berharap, Suroso mampu membuktikan kapasitasnya dengan memastikan pasokan listrik tetap andal.
“Keandalan listrik adalah kewajiban mutlak,” ujar Inas, Kamis (15/10/2026).
Kini, tantangan bagi Dirut baru PLN bukan sekadar melanjutkan transformasi perusahaan, melainkan memastikan masyarakat tidak terus dibayangi pemadaman listrik berskala besar.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu




