PBSI Tangsel Bidik Empat Emas
SETU-Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) optimistis merebut gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Untuk mewujudkan target tersebut, PBSI Tangsel membidik empat medali emas dari tujuh nomor yang dipertandingkan.
Ketua PBSI Kota Tangsel, Joey mengaku, target empat emas pasti akan tercapai. Apalagi persiapan menghadapi Porprov telah dilakukan sejak jauh hari melalui pembinaan atlet secara berkelanjutan.
"Targetnya empat emas. Insyaallah, dengan atlet yang ada, kita optimistis bisa meraih juara umum,” tegasnya, Selasa (20/10).
Program latihan yang berjalan selama bertahun-tahun menjadi modal bagi Tangsel untuk bersaing dengan daerah lain dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Menurutnya, Tangsel memiliki sejumlah klub bulutangkis dengan fasilitas pembinaan yang memadai. Selain menjalani latihan rutin, sejumlah atlet juga tinggal di asrama sehingga program latihan dapat berjalan lebih terarah.
“Kalau untuk Porprov, dari tahun-tahun sebelumnya kita sudah persiapkan. Kita juga sudah punya diklat yang berjalan sekitar lima tahun. Jadi, anak-anak sudah dibina dan tinggal melanjutkan latihan,” ujar Joey.
Ia menjelaskan, pembinaan atlet tidak hanya dilakukan melalui latihan di klub. Para atlet juga diikutsertakan dalam berbagai kejuaraan, termasuk kompetisi berskala nasional, untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan peringkat dan poin.
Dengan pola latihan yang terstruktur tersebut, Joey menilai, atlet Tangsel memiliki bekal untuk menghadapi persaingan di Porprov.
Pada Porprov yang dilangsungkan di Kota Tangsel ini, cabang olahraga bulutangkis akan mempertandingkan tujuh nomor, yakni beregu putra, beregu putri, tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Ia menyebutkan, PBSI Tangsel tidak lagi menggelar seleksi khusus untuk menentukan atlet yang akan diturunkan. Para atlet yang masuk dalam tim Porprov telah dipantau berdasarkan kemampuan dan perkembangan prestasi mereka selama mengikuti program pembinaan serta berbagai kejuaraan.
Meski waktu pelaksanaan Porprov semakin dekat, Joey memastikan program latihan tetap berjalan normal. Para atlet menjalani latihan setiap hari, baik pagi maupun sore, dengan fokus utama menjaga kondisi fisik, kesehatan, dan kesiapan mental.
Di sisi lain, keikutsertaan atlet dalam sejumlah kejuaraan di luar agenda utama mulai dikurangi. Langkah tersebut dilakukan agar atlet tidak mengalami kelelahan berlebihan dan dapat berkonsentrasi menghadapi Porprov.
“Fokus saya sekarang atlet harus menjaga kesehatan. Latihan tetap pagi dan sore, tetapi kejuaraan-kejuaraan di luar yang harus diikuti juga akan kita kurangi. Porprov ini menjadi event utama kita,” jelasnya.
Dalam persaingan Porprov, Joey menyebut Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang sebagai lawan yang patut diwaspadai. Kedua daerah tersebut dinilai memiliki tradisi persaingan kuat dengan Tangsel di cabang olahraga bulutangkis.(rmn)
Pendidikan | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




