Kapolri dan Lutfi Soroti Dugaan Campur Tangan Asing
JAKARTA - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyoroti dugaan keterlibatan pihak asing dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta tekanan terhadap pasar modal Indonesia.
Suyudi mengungkapkan, Bareskrim Polri tengah menyidik 98 kasus karhutla yang melibatkan korporasi. Polisi mendalami dugaan keterlibatan pihak asing, termasuk perusahaan penanaman modal asing (PMA).
“Dalam waktu dekat pastinya kita akan menetapkan para tersangka, baik pemilik perusahaan maupun pemegang sahamnya yang bertanggung jawab,” ujar Suyudi seusai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Sementara itu, Lutfi menyoroti langkah Singapura yang mengirim surat peringatan kepada tujuh perusahaan sawit di Indonesia terkait karhutla. Ia mendesak Singapura menindak tegas perusahaan yang berkantor pusat di negara tersebut, bukan sekadar melayangkan surat.
Lutfi juga mengkritik potensi penyalahgunaan skema family office untuk menghindari pajak oleh perusahaan yang merusak lingkungan.
Di sektor keuangan, Lutfi menduga ancaman penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market dapat memicu kepanikan investor dan menekan harga saham. Kondisi itu, menurut dia, berpotensi dimanfaatkan investor asing untuk membeli saham Indonesia dengan harga lebih murah.
Ia turut menyinggung dugaan pengaruh lembaga investasi Singapura terhadap Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, memilih tidak menanggapi tudingan tersebut. Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menegaskan keyakinannya bahwa MSCI bekerja secara independen.
IHSG Menguat 5,65 Persen
Di tengah polemik tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 5,65 persen atau 282,279 poin ke level 5.278,888 pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Nilai transaksi mencapai Rp23,23 triliun dengan volume 514,29 juta lot.
Pendidikan | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




