Pondok Aren Raih Juara Umum MTQ ke-17 Tangsel, Serpong Terbaik di Ajang Defile
462 Kafilah dari Tujuh Kecamatan Sukses Semarakkan Perhelatan
CIPUTAT – Kecamatan Pondok Aren berhasil meraih predikat juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-17 tingkat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2026. Dengan mengumpulkan nilai 116 poin, Pondok Aren berhasil mengungguli enam kecamatan lainnya dalam perhelatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (6/11) hingga Minggu (8/11).
Pengumuman juara sekaligus penutupan MTQ ke-17 digelar di kawasan Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel, Minggu (8/11). Suasana malam penutupan berlangsung meriah setelah seluruh rangkaian perlombaan dari 11 cabang musabaqah rampung dilaksanakan.
Posisi kedua juara umum ditempati Kecamatan Serpong dengan perolehan 100 poin. Disusul Kecamatan Pamulang di peringkat ketiga dengan 99 poin. Sementara Serpong Utara mengumpulkan 77 poin, Ciputat 66 poin, Ciputat Timur 34 poin, dan Setu 27 poin.
Tak hanya persaingan dalam berbagai cabang perlombaan, kemeriahan MTQ ke-17 juga terasa sejak malam pembukaan. Parade atau defile kafilah dari tujuh kecamatan menjadi salah satu suguhan yang menarik perhatian masyarakat.
Masing-masing kontingen tampil dengan berbagai kreasi, atribut, dan dekorasi bernuansa Islami. Kekompakan barisan serta penampilan unik yang dibawakan setiap kecamatan menambah semarak suasana di kawasan Puspemkot Tangsel.
Kecamatan Setu, misalnya, menghadirkan replika unta seolah berjalan serta atraksi seorang pria bersorban yang tampak melayang di atas karpet terbang. Kreasi tersebut menjadi salah satu penampilan yang mencuri perhatian dalam parade pembukaan.
Dalam penilaian defile, Kecamatan Serpong berhasil keluar sebagai juara pertama dengan nilai 285. Kecamatan Setu menyusul di posisi kedua dengan nilai 270, sedangkan Kecamatan Pamulang berada di peringkat ketiga dengan nilai 250.

Foto : Rahman TP
Pembukaan MTQ pada Jumat (6/11) malam sebelumnya juga dihadiri Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah. Bersama Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Tangsel Bambang Noertjahjo, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dimyati turut mengikuti prosesi pemukulan bedug sebagai tanda dimulainya perhelatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Dimyati mengapresiasi kemeriahan pembukaan MTQ ke-17 Tangsel. Menurutnya, parade kafilah yang melibatkan camat, unsur kepolisian, para kiai, ustaz, ustazah hingga qari dan qariah menunjukkan besarnya dukungan berbagai elemen masyarakat terhadap penyelenggaraan syiar Islam tersebut.
Dimyati berharap, MTQ dapat menjadi momentum untuk kembali mendekatkan generasi muda dengan Al-Qur'an. Terlebih, di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan gawai yang semakin lekat dengan kehidupan sehari-hari.
"Spiritnya adalah semangat untuk membaca Al-Qur'an, yang kedua adalah menghayati Al-Qur'an, yang ketiga mengamalkan Al-Qur'an," katanya.
Ia berharap, melalui penyelenggaraan MTQ, masyarakat tidak hanya semakin mencintai Al-Qur'an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara usai pengumuman juara, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, MTQ bukan sekadar perlombaan untuk mencari peserta terbaik dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur'an. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kitab suci serta mendorong penerapan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
"Jadikanlah Al-Qur'an sebagai pedoman hidup yang nilai-nilainya kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan masyarakat maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab," ujarnya saat menutup MTQ ke-17.

Foto : Rahman TP
Benyamin juga menyampaikan apresiasi kepada LPTQ, dewan hakim, panitia, para pembimbing, pendamping kafilah, peserta, serta seluruh masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan MTQ tahun ini.
Kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi, ia berpesan agar tidak cepat berpuas diri. Sebab, para juara nantinya diharapkan mampu membawa nama baik Tangsel pada MTQ tingkat Provinsi Banten maupun kompetisi di jenjang yang lebih tinggi.
Bahkan, Benyamin menyebut prestasi di bidang keagamaan dapat menjadi nilai tambah bagi peserta yang ingin mengikuti seleksi penerimaan calon prajurit TNI maupun Polri melalui jalur prestasi.
"Jadi ini justru menambah kegembiraan bagi kita sekalian," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua LPTQ Tangsel yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel, Bambang Noertjahjo, melaporkan bahwa MTQ ke-17 diikuti sebanyak 462 kafilah yang mewakili tujuh kecamatan. Sebanyak 11 cabang musabaqah dipertandingkan dengan dukungan 220 dewan hakim dan panitera yang bertugas melakukan penilaian.
Adapun cabang yang diperlombakan meliputi seni baca Al-Qur'an, qira'at Al-Qur'an, hafalan Al-Qur'an, tafsir Al-Qur'an, fahmil Al-Qur'an, syarhil Al-Qur'an, seni kaligrafi Al-Qur'an, karya tulis ilmiah Al-Qur'an, hafalan Al-Hadis, qira'atul kutub, serta cabang ekshibisi.
Pada kategori ekshibisi, penyelenggara turut menghadirkan golongan tilawah bagi ASN, TNI, Polri, dan instansi vertikal. Selain itu, terdapat pula kategori yang melibatkan penyandang disabilitas serta festival seni Islami.
Bambang mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan MTQ. Ia berharap ajang tahunan tersebut tidak hanya melahirkan peserta berprestasi, tetapi juga generasi Qurani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kami berharap melalui MTQ ini akan lahir generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur'an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.
Di sisi lain, Camat Pondok Aren Hendra mengaku bersyukur atas keberhasilan wilayahnya meraih juara umum. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama dan kekompakan seluruh jajaran, mulai dari sekretaris kecamatan, para lurah, pengurus LPTQ kecamatan, pejabat dan staf, hingga Kepala Kantor Urusan Agama (KUA).
Ia menyebut seluruh stakeholder di Pondok Aren terlibat memberikan dukungan sejak awal pelaksanaan MTQ. Hendra berharap kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi karakter positif yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Mudah-mudahan kebersamaan ini, kekompakan yang ada di Pondok Aren akan terus menjadi karakter yang baik dan diteruskan oleh generasi terus-menerus. Setelah mungkin saya tidak jadi camat lagi, ke depan karakter ini akan terus menjadi kebiasaan yang baik," pungkasnya.
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



