TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Pertemuan SBY Prabowo Picu Spekulasi Akankah Demokrat Main Mata Dengan Gerindra

Oleh: Farhan
Rabu, 24 Mei 2023 | 10:40 WIB
Herman Khaeron Ketua DPP Demokrat. Foto : Ist
Herman Khaeron Ketua DPP Demokrat. Foto : Ist

JAKARTA - Pertemuan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pacitan, Jawa Timur menimbulkan spekulasi beragam.

Ada yang mengira, pertemuan mereka untuk membahas koalisi. Karena, Prabowo sedang berupaya memperbesar koalisi Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Yakni, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tak mempermasalahkan jika partai berlambang segitiga mercy itu bergabung ke KKIR.

"Kami harus welcome, karena semakin banyak partai akan semakin bagus," kata Cak Imin di kegiatan Sosialisasi Desa Cerdas di Unisma Malang, Jawa Timur, Minggu (21/5/2023).

Jika Demokrat bergabung akan memperkuat koalisi yang telah dibangun Gerindra dengan PKB untuk menghadapi Pilpres 2024.

Juru Bicara DPP PKB, Mikhael Sinaga mengakui, komunikasi yang dibangun Gerindra atau PKB dengan partai lain, dalam rangka memperluas koalisi.

"Karena koalisi KIR itu didesain tidak hanya dua partai, tapi mengajak partai lain di luar koalisi PKB-Gerindra," kata Mikhael.

Namun, Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron menyatakan, partainya masih setia dan berkomitmen dengan Koalisi Perubahan.

"Bahkan, Ketum Demokrat Mas AHY secara terbuka menyampaikan ke publik terkait komitmen dan konsistensi kami dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan," tegasnya.

Untuk lebih jelasnya, berikut wawancara dengan Herman Khaeron mengenai hal ini.

Beberapa hari lalu, SBY bertemu Prabowo di Pacitan. Apa yang dibi­carakan?

Pertemuan itu untuk bersilaturahmi dan mempererat hubungan komuni­kasi antara kedua tokoh bangsa ini. Kemudian, membicarakan masalah bangsa ini

Pertemuan itu menunjukkan, SBY sebagai bapak bangsa, peduli terhadap masa depan bangsa ini. Jadi, membicarakan persoalan kebangsaan.

Spekulasi yang berkembang, Gerindra dan Demokrat sedang berupaya menjalin koalisi. Tanggapan Anda?

Saya tidak tahu persis pembicaraannya. Tetapi, saya yakin, dua tokoh bangsa ini membicarakan kebaikan bangsa dan mencari solusi. Seperti­nya, menyamakan cara pandang.

Soal spekulasi itu, bagaimana?

Spekulasi biasa terjadi. Saya tidak tahu pembicaraan itu secara detail. Tetapi, keyakinan kami, membicara­kan masalah kebangsaan.

Apakah Anda bisa menegaskan, bahwa Demokrat masih komit dengan Koalisi Perubahan?

Dengan Koalisi Perubahan, kami sudah berulang kali menegaskan, De­mokrat masih berkomitmen. Bahkan, Ketum Demokrat AHY secara terbuka menyampaikan ke publik terkait komit­men dan konsistensi kami dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

Kenapa Demokrat ogah ke lain hati?

Karena, Koalisi Perubahan sudah satu visi dan misi. Kami terus men­sosialisasikan Anies sebagai Capres, dan menunggu siapa yang akan mendampingi.

Apakah Demokrat tidak tertarik dengan koalisi PKB-Gerindra?

Kami menghormati koalisi lain yang tumbuh dan mengusung kandidatnya.

Apakah pertemuan SBY dengan Prabowo itu bagian dari tekanan agar Anies memilih AHY sebagai Cawapres?

Kami tidak sampai sejauh itu, dan ini hanya spekulasi. Kami tetap komit dengan Koalisi Perubahan dan Anies sebagai capresnya.

Apakah ada upaya untuk menarik Demokrat ke koalisi lain?

Sejak awal, gerakan itu ada. Bah­kan, sejak belum terbentuknya Koalisi Perubahan. (RM.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo