TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Demokrat Masih Mikir-mikir

Laporan: AY
Sabtu, 16 September 2023 | 10:19 WIB
Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani. Foto: Ist
Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani. Foto: Ist

JAKARTA - Tidak menutup kemungkinan Partai Demokrat masuk Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk mendukung Capres Prabowo Subianto. Terlebih, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar merasa nyaman bila partai bintang Mercy itu bergabung.

“Ya mungkin saja,” ujar Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (Pispi) ini merasionalisasi arah politik partainya di kontestasi Pilpres 2024 tersaji dua pilihan saja. Yaitu, berada di barisan pendukung Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto atau eks Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Kamhar meyakini, apapun keputusan Partai Demokrat merupakan pilihan terbaik berbasis kehendak pengurus maupun kader partai. Sejauh ini, sudah dilakukan penjajakan sebagai tindak lanjut aspirasi kader yang dituangkan di Rapat Pleno dan Commanders Call partainya.

Sejurus kemudian, aspirasi dari kader di daerah itu akan diteruskan DPP Partai Demokrat ke Majelis Tinggi Partai (MTP). Majelis yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini nantinya akan memutuskan ke mana dukungan Partai Demokrat akan berlabuh.

“MTP akan menjadikan as­pirasi ini sebagai masukan, yang juga tentunya telah memiliki kalkulasi yang diperhitungkan secara cermat dan seksama dengan mempertimbangkan kepentingan strategis partai untuk pada saatnya memutuskan poros koalisi,” ungkapnya.

Kamhar berharap keputusan dari MTP Demokrat itu segera keluar dalam waktu dekat. Pasalnya, selain bisa mengobati gagal duet dengan Capres Anies Baswedan, koalisi ini memperkuat gerakan partai untuk pemenangan Pileg 2024.

“Kita berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama, bebera­pa hari kedepan telah diputuskan mengingat semakin singkatnya waktu menuju pembukaan masa pendaftaran pencapresan,” tu­tupnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menganalisa, Capres Prabowo Subianto lebih berpeluang dipi­lih Partai Demokrat ketimbang Ganjar Pranowo. Hal ini, dapat dilihat dari sejarah dan rekam jejak. “Sangat potensial, bagaimanapun Demokrat bisa mengusung Prabowo Jadi capres," kata Ujang.

Ujang melihat antara Demokrat dan Gerindra memi­liki banyak kesamaan. Tidak perlu dilihat dari hal yang rumit, persamaan keduanya kasat mata terlihat sebagai partai yang berasal dari keluarga tentara. Belum lagi, sejarah inharmonisasi SBY dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri membuat Partai Demokrat dirasa sulit bergabung dengan barisan Partai Demokrat.

"Itu hal yang wajar-wajar saja jika Demokrat bergabung kepa­da Gerindra. Kalau dengan PDIP tidak rekonsiliasi," pungkasnya.

Sebelumnya, Golkar dan PAN menggoda akan ada satu partai politik di parlemen yang ber­gabung ke KIM. Sontak, arahan tersebut mengerucut kepada Partai Demokrat, karena hanya partai inilah yang sedang jom­blo, alias belum memiliki koalisi Pilpres 2024.

Godaan itu datang dari Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Dia mengatakan, koalisi masih menunggu satu partai politik lagi yang akan masuk ke KIM. "Yang penting kita tunggu ada satu partai lagi dulu masuk," ujar Airlangga ditemui usai per­temuannya dengan para ketum parpol KIM di Kantor DPP Partai Golkar, Kamis (14/9) malam.

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Fikri Yasin mem­benarkan pernyataan Airlangga terkait akan ada satu partai lagi yang akan bergabung dengan KIM. "Saya tidak sebut nama partai. Tapi partai parlemen," imbuhnya.

Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN, Viva Yoga Mauladi berharap Partai Demokrat dapat bergabung dengan KIM. "Setelah Partai Demokrat keluar dari KPP, PAN berharap dan akan bergem­bira jika Partai Demokrat dapat bekerja sama, atau bergabung di KIM," katanya.

Viva menggoda, dari sisi plat­form partai, Demokrat memiliki banyak kesamaan dengan KIM. Hal itu akan memudahkan bersinergi. "Apalagi Demokrat, PAN, dan Gerindra di Pilpres sebelumnya pernah dalam satu perjuangandi koalisi," bisiknya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo