TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Asian Games 2023

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Tembak Mati 5 Teroris Papua

Bravo TNI!

Oleh: Farhan
Senin, 18 September 2023 | 09:25 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

PAPUA - Aksi perburuan teroris Papua yang dilakukan TNI terus menuai hasil positif. Terbaru, dalam insiden kontak senjata dengan kelompok teroris yang oleh pemerintah dinamakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu, TNI berhasil menembak mati 5 orang.

Kontak senjata itu, terjadi di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Kelima teroris yang mati itu, merupakan anggota KKB pimpinan Yotam Bugiangge. Kabar ini, disambut gembira warga dunia maya yang memang sudah geram dengan aksi keji para teroris Papua itu. Bravo TNI!

Bentrokan bermula saat anggota Satgas Batalyon Marinir 7 sedang berpatroli di sekitar Sungai Braza, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu ( 13/9). Saat itu, anggota TNI mendapati adanya pergerakan beberapa orang dengan senjata laras panjang melintas di Sungai Braza. Sebagian lainnya, terpantau keluar masuk sebuah gubuk yang ada di sekitar sungai.

Anggota TNI yang sedang berpatroli, kemudian memanggil tim lainnya untuk melakukan pengintaian lebih detail. Di tengah kegiatan, aparat ternyata mengetahui bahwa yang mereka intai adalah anggota teroris Papua.

Meskipun sudah mendeteksi keberadaan teroris, personel TNI tidak langsung bertindak. Pasukan berbaju loreng itu, memilih membaca lokasi dan mengisolasinya dari warga sekitar. Esok harinya (14/9) pukul 09.05 WIT, para teroris yang mengetahui markasnya dikepung, langsung melepaskan tembakan kepada anggota TNI.

Selain itu, muncul pula beberapa anggota KKB dari dalam gubuk dengan menenteng senjata laras panjang. Mereka ikut menembaki aparat TNI secara membabi buta.

Baca juga : 3 Teroris Papua Tewas Saat Disergap Tim Gabungan TNI di Nduga

Lantaran terdesak, Komandan Satgas memerintahkan anggotanya untuk membalas tembakan.

Balasan serangan yang dilakukan aparat TNI berhasil menembak mati 4 teroris. Sementara yang lainya, berhamburan ke segala penjuru untuk menyelamatkan diri masing-masing, sambil membawa kabur senjata rekannya yang sudah tewas.

Menjelang beberapa saat, kontak tembak berhenti. Sehingga aparat melanjutkan penyisiran, di mana terdapat 1 orang KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) lagi yang ditemukan tewas,” ujar Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa.

Sehingga, total ada lima teroris yang berhasil dilumpuhkan TNI. Selanjutnya, 5 jenazah itu, dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terdekat untuk diautopsi. Sekaligus meminta masyarakat untuk mengkonfirmasi identitasnya. Namun, tidak ada satupun warga yang mengenalinya.

Maka Kodim, Polres bersama Pemda dan masyarakat setempat melaksanakan pemakaman terhadap kelima jenazah tersebut,” ujar Suriastawa.

Suriastawa menegaskan, kelima anggota KKB yang tewas tersebut bukan warga sipil atau masyarakat Yahukimo. Sebab, identitas kelima jenazah belum masih diketahui. Namun disinyalir, kelima anggota KKB yang tewas itu, merupakan anggota dari kelompok Yotam Bugiangge, seorang desertir TNI yang membelot menjadi KKB di wilayah Nduga.

Selain 5 jenazah, aparat TNI juga mengamankan barang bukti. Antara lain magasin, peluru, handphone, bendera bintang kejora, dan noken. “Serta kartu BPJS atas nama Marnus Elopere dan kartu keluarga sejahtera atas nama Yoel Giban,” pungkasnya.

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengapresiasi kinerja TNI. Menurutnya, tindakan tegas perlu dilakukan untuk menjaga keamanan dan memastikan roda pemerintahan, serta pembangunan bisa tetap berjalan.

“Kami di Komisi III DPR mendukung operasi dan tindakan tegas terukur yang dilakukan oleh TNI dan Polri, seperti penembakan mati terhadap 5 anggota KKB,” ujarnya, kepada Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Grup) kemarin.

Dia menilai, tindakan tegas perlu dilakukan terus menerus. Sebab, selama ini para teroris tak menyerang TNI dan Polri, tapi juga melakukan tindak terorisme terhadap warga sipil. Seperti melakukan pembunuhan, pembakaran, dan perusakan berbagai fasilitas sosial dan umum.

Anggota Fraksi PPP ini menambahkan, anggota TNI perlu mengkonfirmasi senjata api yang diamankan dari tangan teroris, serta menelusuri asal muasalnya, agar rantai pasokan senjatanya bisa diputus.

“Jika ternyata berasal bukan hanya dari rampasan, tapi juga dari suplai oknum TNI, Polri atau sipil, maka ini juga harus ditindak tegas terhadap mereka yang terlibat,” pungkasnya.

Di jagat maya, tewasnya 5 teroris Papua ini disambut baik warganet. Karena tidak hanya hanya menimbulkan korban dari pihak sipil, tapi aksi teroris di Papua juga merenggut nyawa anggota TNI dan Polri. “Nah, gini dong sekali-kali menang baku tembak,” cuit @KickAgung.

“Nah mantab.... SAYA SENANG DENGARNYA... Habisi KKB semua ,” timpal @LembahTidar96. “NAHHH INII.!!!! BARAVO TNI, HABISI AJA SEMUA,” samber @seventhDOTEXE.

Akun @kemiskliwon79 menilai, sudah seharunya TNI menumpas teroris, bukan sipil. “Nah, gini kan lebih baik, daripada mau miting rakyat Rempang,” sindirnya. “Nah,ini baru setuju oke punya. TNI TUMPAS KKB, kalo Rempang itu urusan Polisi,” timpal @Budionotaslim3.

Baca juga : 3 Teroris Papua Tewas Saat Disergap Tim Gabungan TNI di Nduga.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo