TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Disuarakan Anak Buah Imin

Pilpres 2 Pasang, Emang Bisa?

Laporan: AY
Selasa, 19 September 2023 | 08:55 WIB
Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid. (Foto: Ist)
Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid. (Foto: Ist)

JAKARTA - Melihat peta koalisi saat ini, banyak yang yakin akan ada 3 pasang capres di Pilpres 2024. Pertama, duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Kedua, Prabowo Subianto dengan pasangannya. Ketiga, Ganjar Pranowo dengan pasangannya. Namun, Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid punya pandangan lain. Anak buah Muhaimin ini memprediksi, Pilpres 2024 hanya akan diikuti dua pasang calon. Yakin nih cuma dua pasang?

Menurut Jazilul, masih akan banyak kejutan hingga pendaftaran Capres-Cawapres ke KPU yang akan mulai dibuka bulan depan. Pasalnya, peta politik yang ada saat ini, belum final. "Saya melihatnya secara pribadi belum tentu ada tiga poros. Bisa jadi dua poros. Kita tunggu nanti," ujarnya, di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, dari tiga bakal Capres hanya Anies yang telah memiliki pendamping, yakni Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Sedangkan, Prabowo dan Ganjar belum miliki pasangan.

"Persepsi saya begitu, karena tidak ada yang menyulitkan? Semuanya kan sudah cukup dari angka presidential threshold yang sudah ada. Kenapa belum putus-putus saja (deklarasi paslonnya)?" kata Jazilul, mempertanyakan.

Dari prediksi dua pasang calon tersebut, Wakil Ketua MPR ini memastikan, pasangan Anies-Imin merupakan salah satunya. Sehingga, tinggal menunggu satu pasangan lagi. Apakah Prabowo atau Ganjar.

Sayangnya, Jazilul tidak menjelaskan lebih lanjut. Apakah satu pasang calon lagi merupakan peleburan koalisi yang sudah ada untuk mengusung pasangan Prabowo-Ganjar atau sebaliknya. "Ya nggak tahu. Jangan tanya saya. Tanya ke pimpinan (partai) masing-masing," pintanya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menyebut, pernyataan Jazilul sebatas asumsi. Pasalnya, hingga saat ini sudah ada tiga koalisi yang masing-masing mencalonkan bakal Capres berbeda. 

Kalau melihat konfigurasi politik terkini, itu sudah terkonstruksi. Hari ini bakal ada tiga pasang yang bertarung Pilpres," ujar pria yang akrab disapa Awiek, tadi malam.

Meski ada tiga pasang, ia menyebut bisa saja Pilpres dilakukan oleh dua pasang. Hal itu bisa terjadi jika poros Ganjar dan Prabowo melebur jadi satu. "Kecuali memang Pak Prabowo mau menjadi Cawapresnya Pak Ganjar. Itu beda lagi ceritanya," cetus Awiek.

Sementara, Jubir Prabowo Subianto yang juga elit Gerindra, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi santai dua pernyataan politisi di atas. Menurut Dahnil, pernyataan Jazilul bukti PKB gagal move on dari Gerindra.

"Gus Jazilul pasti selalu rindu dengan Pak Prabowo dan tetap semangat untuk bersama Pak Prabowo sepertinya," kata Dahnil, saat dikonfirmasi, tadi malam.

Ia pun tak menutup kemungkinan Pilpres bakal dilalui dua pasangan. "Bisa, bila Gus Imin dan PKB kembali ke Gerindra. Karena kami tahu PKB nyaman dan cocok dengan Gerindra. Dan Pak Prabowo selalu welcoming dengan PKB," katanya.

Saat ditanya apakah Prabowo bersedia jika dijadikan Cawapres Ganjar? "Hahahaha. Pak Prabowo kapasitas dan elektabilitasnya Capres," seloroh mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah itu.

Lalu, apa kata pengamat politik? Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, anak buah Imin ingin menyuarakan wacana bahwa poros politik cukup cair. Tidak ada yang bisa menggaransi akan ada tiga poros sampai pendaftaran ke KPU.

"Sebelum janur kuning melengkung, sebelum ada pengumuman resmi dari KPU soal siapa Capres-Cawapres, sepanjang itu juga dinamika politik itu akan terus berkembang," ulasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo