TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo
Tes Dinamis November 2022

PMN Rp 4,1 T Disetujui DPR, KAI Semangat Tuntaskan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Oleh: HES/AY
Rabu, 03 Agustus 2022 | 11:54 WIB
Kereta cepat Jakarta Bandung (KCJB). (Ist)
Kereta cepat Jakarta Bandung (KCJB). (Ist)

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengucap syukur. Usulan penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2022 sebesar Rp 4,1 triliun akhirnya disetujui Komisi VI DPR.

PMN tersebut akan digunakan untuk memperkuat KAI, dalam penyelesaian proyek Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung (KCJB).

Terkait hal tersebut, VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, dukungan ini sangat penting bagi KAI, dalam menjalankan penugasan dari pemerintah. Menyelesaikan proyek KCJB melalui PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), di tengah tantangan pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir.

“KAI menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. KAI berkomitmen menuntaskan penugasan ini dengan menerapkan prinsip good corporate governance (GCG), untuk memberikan layanan transportasi kereta cepat, yang akan hadir pertama kali di Indonesia ini,” kata Joni dalam keterangannya, Rabu (3/8).

KCJB akan menjadikan Indonesia, sebagai negara dengan layanan kereta api cepat pertama di ASEAN.

KCJB memberikan alternatif transportasi kepada masyarakat yang ingin bepergian dengan cepat, aman, dan nyaman di antara kedua wilayah tersebut.

Satu rangkaian KCJB terdiri dari 8 kereta, dengan kapasitas 601 pelanggan. Kelas pelayanannya terbagi menjadi VIP Class (18 pelanggan), First Class (28 pelanggan), dan Second Class (555 pelanggan).

Tarif yang akan dikenakan berkisar antara Rp 250-350 ribu. Namun, tarif tersebut masih terus dikaji dalam berbagai aspek.

"Kecepatan maksimal yang dapat ditempuh KCJB adalah 350 km per jam dengan waktu tempuh Jakarta - Bandung atau sebaliknya yaitu 36 - 45 menit saja,” kata Joni.

Rancangan kereta cepat berjenis KCIC400AF terinspirasi dari satwa khas Indonesia yaitu komodo, dengan warna dominan merah dan putih. Sehingga, identitas Indonesia bisa langsung terlihat dari desain kereta tersebut.

Pada bagian interiornya, seperti di kursi, terdapat sentuhan motif mega mendung khas Cirebon. Mengingat sebagian besar lintasan KCJB melalui wilayah Jawa Barat.

Saat ini, progres investasi proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung telah mencapai 85 persen. Sementara progres fisiknya telah mencapai 76 persen.

KCJB akan beroperasi di jalur ganda sepanjang 142,3 km yang akan berhenti di 4 stasiun yaitu Stasiun Halim (Jakarta), Karawang, Padalarang, dan Tegalluar (Bandung).

KAI melalui KCIC terus berupaya mempersiapkan KCJB semaksimal mungkin. Agar tes dinamis KCJB dapat dilakukan pada November 2022. Bertepatan dengan penyelenggaraan Presidensi G20.KAI akan terus berkordinasi dengan para stakeholder untuk pencairan PMN tersebut. Untuk selanjutnya dikelola dengan akuntabel, transparan dan bertanggung jawab. Sehingga, dapat mewujudkan transportasi kereta cepat dengan tepat waktu.

Layanan kereta api cepat tersebut, diharapkan dapat turut meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama di stasiun-stasiun pemberhentian.

“Hadirnya Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung akan memberikan pilihan bagi masyarakat untuk bertransportasi dengan cepat dan selamat. Semoga, KCJB bisa menjadi momentum transportasi modern di Indonesia," pungkas Joni. (rm id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo