TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Harapan Warga Tangsel Soal Pemilu, Salah Satunya Harga Beras Menurun

Oleh: Mg.Nabil
Kamis, 15 Februari 2024 | 18:39 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

SERPONG - Masyarakat di Kota Tangerang Selatan, memiliki harapan yang berbeda-beda terkait Pemilu 2024. Tak sedikit yang memiliki harapan besar pada negara, dan ada juga yang protes terkait harga beras yang melangit.

Ridwan (50), pemilik warung di Nusa Loka, berharap dengan adanya Pemilu 2024 ini, sektor ekonomi negara dapat menjadi lebih baik lagi.

“Perekonomian lebih baik, terutama ibaratnya kayak sembako harga stabil lah, sekarang kan gila. Apa, menjelang pemilu kan gila, drastis banget. Pokoknya selama sebulan ini nih, gila naiknya,” jelas Ridwan, Kamis (15/2/2024).

Menurutnya sebulan terakhir menjelang pemilu, sembako mengalami kenaikan harga khususnya beras. Hasbi (35), penjual beras literan memvalidasi pernyataan tersebut.

"Kalo (beras) yang 12 ribu lima ratus, yah sekitar sebulan yang lalu lah. Nah sekarang ini, dua minggu ini harganya naik seribu jadi 13 ribu lima ratus," jelas Hasbi.

Senada dengannya, Zahra (24), seorang pekerja kantoran, juga berharap bahwa siapa pun presiden atau wakil rakyat yang terpilih nantinya, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Harapan saya Indonesia menjadi lebih baik ya. Dari kebijakan pemerintah yang mungkin ke depannya bisa lebih mensejahterakan rakyat, dari sisi ekonomi, dari sisi pendidikan itu mungkin ke depannya bisa merata ke semua kalangan,” ungkap Zahra.

Di satu sisi, Heru (32), seorang driver ojek online, mengatakan dirinya tidak memiliki harapan apa-apa terkait Pemilu 2024 ini.

“Ah gak ada, sama aja si, biasa bae kayak sebelum-sebelumnya. Ya, gak tau dah, presiden mah kita kan gak tau tujuan dia, rakyat mah kan gatau, lebih kayak gitu,” ucap Heru.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo