TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo

Nomor Urut Peserta Pemilu Jangan Diganti

Usul Mega Didukung Senayan

Laporan: AY
Minggu, 18 September 2022 | 10:11 WIB
Megawati Soekarnoputri. (Ist)
Megawati Soekarnoputri. (Ist)

JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri usul, penomoran partai tak perlu berganti setiap Pemilihan Umum (Pemilu). Termasuk, pada Pemilu 2024.

Menurutnya, nomor partai mestinya tetap memakai nomor Pemilu sebelumnya. Alasannya, memudahkan rakyat dan menghemat anggaran.

Bagaimana tanggapan partai di senayan? Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi setuju dengan usulan Mega. Apalagi jika alasannya efisiensi. “PAN tidak berkeberatan dengan ide Bu Megawati,” kata Viva kepada Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group) kemarin.

Di samping karena soal efisiensi atribut dan logistik kampanye, kata Viva, nomor urut yang permanen dapat memunculkan efek top of mind dari basis konstituen partai.

"saya setuju, karena ini akan mempengaruhi cottail effect kepada partai politik. nomor akan terekam terus di benak pemilih,” terangnya.

Meski demikian, PAN saat ini dalam posisi tetap mengikuti aturan yang berlaku dari Komisi Pemiliham Umum (KPU).

Serupa, PKB juga setuju dengan ide brilian Megawati. Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda yakin, jika usulan itu diterapkan akan berdampak positif dalam banyak hal. Dari mulai biaya politik hingga memudahkan masyarakat aspirasi saat pencoblosan.

Sepakat, untuk 2024 dan juga dengan pemilu-pemilu selanjutnya. Pengundian nomor urut hanya diperuntukkan bagi partai politik baru peserta pemilu saja,” sebut Huda dalam keterangannya, kemarin.

Menurutnya, apabila nomor urut partai permanen, maka akan membuat efisiensi baik bagi KPU maupun parpol. Sebab, tak perlu mengubah alat peraga kampanye baik berupa bendera, baliho, spanduk, hingga atribut lainnya. “Ini juga menekan biaya proses sosialisasi,” ujar Huda.

Dia mencontohkan, pada Pemilu 2019, dana publikasi dan sosialisasi yang ditanggung KPU mencapai Rp 2,5 triliun. Itu belum termasuk beban yang harus ditanggung partai politik maupun calon anggota legislatif.

Yang paling keren, kata Huda, nomor urut parpol yang tetap tak bikin bingung pemilih. apalagi bagi pemilih kategori lansia.

“PKB menilai, tidak ada yang tercederai dengan model penetapan nomor urut permanen ini. Manfaatnya lebih besar ke tim bang harus berubah setiap Pemilu,” 

Sebelumnya, Mega mengusulkan ke KPU agar nomor partai politik peserta pemilu tak berubah-ubah.

"Yang namanya tanda gambar, nomor itu sebenarnya saya katakan ke1 pada Bapak Presiden dan Ketua KPU dan Bawaslu bahwa itu terlalu menjadi beban pagi partai. Sebaiknya tak berubah, karena akan menghemat alat peraga yang digunakan partai pada Pemilu mendatang,” kata Megawati, di Seoul, Korea Selatan,1 Jumat (16/9).

“Boleh dong mengusulkan. Tetapi, partai lain saya belum tahu. Tapi saya lihat KPU sangat bisa mengerti dan berkeinginan seperti itu. Nanti yang belum punya nomor itu, silakan dari partai-partai yang akan baru masuk dan sedang diverifikasi,” saran Mega.

Untuk diketahui, berikut nomor urut parpol pada Pemilu 2019 lalu. 1 Partai Kebangkitan Bangsa, 21 Gerindra, 3 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, 4 Partai Golkar, 5 Partai NasDem, 6 Partai Garuda, 7 Partai Berkarya, 8 Partai Keadilan sejahtera (PKS), 9 Partai Perindo, 10 Partai Persatuan Pembangunan (PPP), 11 Partai Solidaritas Indonesia (PSI), 12 Partai Amanat Nasional (PAN), 13 Partai Hanura, dan 14 Partai Demokrat. (rm.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo