TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Cerita Gubernur Muzakir Manaf “Aceh Seakan Alami Tsunami Kedua”

Reporter & Editor : AY
Minggu, 30 November 2025 | 08:14 WIB
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (no 2 dari kiri) saat meninjau korban banjir. Foto : Ist
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (no 2 dari kiri) saat meninjau korban banjir. Foto : Ist

ACEH - Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang biasa disapa Mualem tak bisa menyembunyikan kesedihannya melihat banjir dan longsor meluluhlantakkan 18 kabupaten/kota di Tanah Rencong. Bencana kali ini, katanya, seperti mengulang tsunami di 2004 silam. 

 

“Aceh seakan mengalami tsunami kedua,” kata Mualem saat memimpin Apel Tim Recovery Bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Sabtu (29/11/2025). 

 

Dalam apel tersebut, Mualem mem beberkan strategi yang akan dilaksanakannya untuk menangani banjir dahsyat dan tanah longsor yang terjadi di Aceh. Pertama yang akan dilakukan, yakni membuka kembali akses darat yang putus agar logistik bisa segera masuk. 

 

“Penanganan harus cepat, terukur, tanpa jeda,” ujarnya. Setiap petugas diminta paham tugas masing-masing. Ada yang fokus buka jalan, ada yang gerakkan logistik, ada yang evakuasi. Satu misi: jangan biarkan masyarakat menunggu terlalu lama. 

 

Mualem menjelaskan, kondisi di sejumlah wilayah masih sangat kritis. Sejumlah desa terisolasi akibat tingginya genangan dan akses yang terputus. 

 

“Tugas kita adalah melayani masyarakat terdampak. Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan,” ujar politisi Gerindra itu. 

 

Ia juga wanti-wanti agar keselamatan personel dijaga. Banyak titik rawan longsor, kondisi tanah labil, air masih tinggi. 

 

“Tanggung jawab moral besar, tapi keselamatan petugas juga prioritas,” ujar Mualem. 

 

Bukan hanya Mualem yang menyamakan bencana ini dengan tsunami. Arini Amalia, warga Meureudu, Pidie Jaya, masih gemetar saat menceritakan apa yang ia lihat. 

 

“Airnya deras, arus cepat, semua diterjang. Sudah seperti tsunami, cuma warnanya kuning keruh, bukan hitam,” kisah Arini. 

 

Ia hanya sempat menyelamatkan diri dan neneknya. Isi rumah lenyap dalam hitungan menit. 

 

“Ini banjir paling parah seumur hidup saya,” katanya. 

 

Dalifah Rahmah, warga Bener Meriah, juga tak kuasa menahan sedih. Ia sedang berada di Banda Aceh ketika bencana menerjang kampungnya. Hingga kini, ia belum bisa menghubungi keluarga. “Jaringannya hilang-hilang. Katanya aman, tapi belum ada yang bisa ditelepon,” ungkapnya. 

 

Video yang ia lihat membuat dadanya sesak: jalanan rata dengan air, rumah hanyut, desa terisolasi. “Kayak tsunami lagi saja,” lirihnya.

Komentar:
Dprd
Cipta karya
Dlh
Damkar
Dinsos
Perkim
RSU
Indag
Serut RSU
Dpk
ePaper Edisi 28 November 2025
Bkpsdm
Dsabmbk
Kec setu
Kec Ciputat
Berita Populer
03
05
Wabup Iing Menilai Keterbatasan Bukan Penghalang

Pos Banten | 2 hari yang lalu

06
Pembahasan UMK 2026 Tunggu Regulasi Dari Pusat

TangselCity | 2 hari yang lalu

09
Bupati Hasbi Lantik Pejabat JPTP & Administrator

Pos Banten | 2 hari yang lalu

10
SIM Keliling Tangerang Kota Jumat 28 November 2025

Pos Tangerang | 2 hari yang lalu

GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit