Sachrudin Berharap Pengurus Baru MUI Jadi Penguat Persatuan Umat
TANGERANG-Majelis Ulama Indonesia (MUI) berperan penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat.
Demikian disampaikan Wali Kota Tangerang, H Sachrudin saat menghadiri Pengukuhan dan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I Pengurus MUI Kota Tangerang Masa Khidmat 2026-2030, di Gedung MUI Kota Tangerang, Rabu (21/01/2026).
Menurut Sachrudin, perkembangan zaman membawa tantangan yang semakin kompleks bagi umat. Tidak hanya menyangkut persoalan keagamaan, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan sosial, lingkungan, ekonomi, hingga ketahanan keluarga.
“Hari ini tantangan umat semakin luas. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan ulama agar solusi yang dihadirkan benar-benar menyentuh akar persoalan masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota menilai, MUI memiliki posisi strategis dalam memberikan pencerahan kepada umat melalui pendekatan keagamaan yang sejuk dan menenangkan, sehingga mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun budaya gotong royong.
Sachrudin juga menyampaikan apresiasi atas komitmen MUI Kota Tangerang yang terus aktif mendukung program-program kemasyarakatan, termasuk dalam kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
“Ketika ulama dan pemerintah berjalan seiring, Insya Allah program pembangunan dan upaya kemanusiaan akan lebih mudah diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Sachrudin turut mengucapkan selamat kepada Pengurus MUI Kota Tangerang yang baru dikukuhkan di bawah kepemimpinan KH Ahmad Baijuri Khotib, serta berharap kepengurusan baru dapat menjadi penguat persatuan umat dan perekat sosial di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, dilakukan pelepasan Tim Pemerintah dan Masyarakat Kota Tangerang Peduli Sumatera, Aceh, dan Jawa, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap korban bencana. Tim yang berjumlah sembilan orang tersebut akan membantu proses renovasi masjid dan musala yang terdampak banjir bandang.
Sementara, Ketua MUI Kota Tangerang, KH Ahmad Baijuri Khotib mengatakan, keberadaan pengurus dalam organisasi merupakan amanah untuk berdakwah secara kolektif. Menurutnya, kepengurusan periode 2026-2030 ini merupakan representasi dari berbagai organisasi keagamaan yang ada di Kota Tangerang.
"Kita menjaga kebersamaan. Adanya kita di MUI bukan sekadar bersama di organisasi, namun kita semua sesungguhnya ditempatkan untuk kemaslahatan umat," ujarnya.
Ia menambahkan, MUI bakal terus bersinergi dengan pemerintah untuk membangun wilayah menuju satu ideal, yakni Kota Akhlakul Karimah. Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah merumuskan kerangka nilai spiritualitas kota guna menjaga ketenteraman dalam kehidupan sehari-hari.
"Nanti akan kita usulkan melalui pemuka agama, tokoh, dan cendekiawan untuk membuat kerangka agar Kota Tangerang memiliki nilai spiritualitas yang kuat, sehingga menjadi nilai pahala untuk kita semua," pungkasnya.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu


