TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Jakarta Barat Jadi Wilayah Paling Parah Terdampak Banjir

Reporter: Farhan
Editor: AY
Minggu, 25 Januari 2026 | 07:10 WIB
Jalan Daan Mogot Raya terdampak genangan air. Foto : Ist
Jalan Daan Mogot Raya terdampak genangan air. Foto : Ist

JAKARTA – Sejumlah kawasan di Jakarta Barat (Jakbar) menjadi wilayah dengan dampak banjir terparah dalam beberapa hari terakhir. Banjir tidak hanya dipicu hujan deras, tetapi juga luapan air kiriman dari wilayah hulu seperti Bogor, Tangerang Selatan (Tangsel), dan Tangerang.

 

Di Kota Tangerang, tim gabungan Search and Rescue (SAR) mengevakuasi warga Perumahan Puri Kartika, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Jumat sore (23/1/2026). Kawasan yang berada di dekat Sungai (Kali) Wetan itu terendam banjir hingga mendekati atap rumah.

 

Menggunakan perahu besi, petugas SAR dari unsur Pemadam Kebakaran, TNI, dan tim SAR berseragam oranye menyisir rumah-rumah warga. Mereka berteriak, “Evakuasi banjir!” sembari memeriksa setiap bangunan yang nyaris tenggelam.

 

Di salah satu rumah, teriakan petugas disahut seorang pria yang menggendong anak perempuannya di punggung agar tidak terendam air. Tim SAR segera mengevakuasi keduanya ke atas perahu dan melaporkan penyelamatan itu ke posko melalui radio komunikasi.

 

Tak jauh dari lokasi, terlihat tanggul Kali Wetan jebol. Arus air terdengar deras mengalir langsung menuju permukiman warga. Kali Wetan sendiri merupakan salah satu sungai di Kota Tangerang yang alirannya menuju Jakarta Barat.

Kiriman Air Perparah Jakbar

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut Jakarta Barat menjadi wilayah paling parah terdampak banjir kali ini.

 

“Biasanya kiriman air dari Bogor. Sekarang juga datang dari Tangerang, Tangerang Selatan, melalui Sungai Angke, Pesanggrahan, Mookervart dan lainnya yang mengarah ke Cengkareng Drain,” kata Pramono di Posko Pengungsi Masjid Jami Baitul Rahman, Cengkareng, Sabtu pagi (24/1/2026).

 

Ia menjelaskan, Cengkareng Drain merupakan titik krusial pengendalian banjir di Jakarta Barat. Ketinggian muka air di lokasi tersebut mulai menunjukkan penurunan.

 

“Kemarin di angka 350, pagi ini 315. Batas aman ada di 310. Kalau sudah 310, berarti di sini dan wilayah lain biasanya sudah surut,” ujarnya.

Lalu Lintas Mulai Normal

Pramono juga memaparkan kondisi lalu lintas di sejumlah titik terdampak banjir. Jalan Daan Mogot sebagian besar sudah bisa dilalui.

 

“Di Daan Mogot tinggal satu titik di kilometer 13 yang belum bisa dilalui. Selebihnya sudah normal. Flyover Pesing juga sudah membaik,” jelasnya.

Terkait saluran air yang tersumbat sampah, ia menilai kondisinya tidak separah sebelumnya. Namun, curah hujan yang sangat tinggi menjadi faktor utama banjir kali ini.

 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjut Pramono, terus berupaya maksimal menanggulangi banjir dan meringankan beban warga terdampak.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit