Pemkot Tangerang Dukung Penuh Rencana Normalisasi Sungai Cirarab
TANGERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mendukung penuh rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk menormalisasi Sungai Cirarab sebagai upaya mengatasi permasalahan banjir di wilayah Kota Tangerang. Khususnya di Kecamatan Periuk yang menjadi salah satu titik terdampak terparah dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan, normalisasi Sungai Cirarab merupakan solusi jangka panjang yang krusial untuk meminimalkan potensi banjir saat musim hujan.
“Kami menyambut baik rencana Pemprov Banten yang akan menormalisasi Sungai Cirarab dalam waktu dekat. Wali Kota Tangerang Sachrudin juga telah hadir langsung dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Banten. Pada prinsipnya, Pemkot Tangerang mendukung penuh seluruh rencana lanjutan penanganan banjir di sekitar bantaran Sungai Cirarab,” ujar Mahdiar.
Ia menjelaskan, kondisi Sungai Cirarab saat ini telah mengalami penyempitan dan pendangkalan yang signifikan. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lebar sungai yang sebelumnya sekitar 15 meter kini menyempit menjadi hanya tiga hingga delapan meter. “Kami berharap rencana penanganan itu dapat menjadi solusi jangka panjang yang efektif untuk melindungi masyarakat dari ancaman banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan,” tambahnya.
Sementara, pada hari keenam pasca banjir yang terjadi pada Kamis (22/1), kondisi di hampir seluruh wilayah terdampak terpantau telah surut. Petugas gabungan bersama warga melakukan gotong royong pembersihan lingkungan di sejumlah lokasi terdampak, Rabu (28/1).
Salah satu kegiatan pembersihan dilakukan di Perumahan Mutiara Pluit RT 01 RW 13, Kecamatan Periuk. Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Linmas Kota Tangerang turun langsung membantu warga membersihkan rumah dari sisa lumpur, sampah dan material banjir.
Sekretaris Satpol PP Kota Tangerang, Agapito De Araujo menerangkan, agenda tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan lingkungan dan aktivitas masyarakat pasca banjir. “Personel Satpol
PP dan Linmas bersama warga setempat bergotong royong membersihkan lumpur dan sisa material banjir yang masuk ke rumah-rumah warga. Ini adalah bagian dari respons cepat pasca banjir untuk meringankan beban masyarakat,” tuturnya.
Dirinya menambahkan, selain menjaga ketertiban umum, Satpol PP dan Linmas juga berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. “Menghadapi banjir bukan hanya soal hadir saat bencana terjadi, tetapi juga bagaimana pemulihan pasca bencana dapat dipercepat agar lingkungan kembali bersih, sehat dan nyaman untuk ditinggali,” tutup Agapito.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 jam yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 20 jam yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu


