Alhamdulillah, IHSG Kembali Menghijau, Asing Catat Net Inflow Rp600 Miliar
JAKARTA – Setelah tertekan dalam beberapa hari terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali menghijau dan menunjukkan pemulihan yang solid. Pada perdagangan Selasa (3/2/2026), IHSG menguat hingga menembus level 8.122, didorong masuknya dana asing ke pasar saham domestik.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat melemah 0,47 persen ke level 7.888. Namun, indeks segera berbalik arah pada sesi pertama dan menguat 1,57 persen ke posisi 8.047,22. Tren positif ini berlanjut hingga penutupan, dengan IHSG ditutup naik 2,52 persen di level 8.122, yang sekaligus menjadi level tertinggi hari itu.
Aktivitas perdagangan juga tergolong ramai. Volume transaksi mencapai 60,5 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp28,73 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan penguatan IHSG tak lepas dari sentimen positif investor global. Hal tersebut tercermin dari aliran modal asing yang kembali masuk ke pasar saham Indonesia.
“Kalau kemarin kita lihat, lebih dari Rp600 miliar itu net inflow asing. Dua minggu terakhir sempat net outflow, tapi kemarin sudah net inflow dan pagi ini masuk jalur hijau,” ujar Airlangga usai menghadiri Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, kondisi ini bisa menjadi titik balik setelah pelemahan IHSG dalam beberapa hari sebelumnya. Ia pun meminta investor tetap tenang sambil menunggu proses pemilihan jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) serta pimpinan definitif Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Terkait pembentukan panitia seleksi pimpinan OJK, Airlangga menegaskan prosesnya berjalan sesuai ketentuan. “Berproses, karena berdasarkan undang-undang, Menteri Keuangan sedang membentuk pansel,” katanya.
Senada, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penguatan IHSG terjadi secara alami, sejalan dengan perbaikan fundamental ekonomi. Pemerintah, kata dia, fokus menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap kuat.
“Yang penting saya tidak mengendalikan harga saham, tapi saya memastikan ekonominya bergerak lebih cepat,” ujar Purbaya.
Ia optimistis, dengan iklim ekonomi yang kondusif, kinerja emiten akan membaik dan pada akhirnya mendorong kenaikan harga saham. Bahkan, pertumbuhan ekonomi tahun ini diyakini berpotensi mencapai 6 persen.
“Yang menentukan pada akhirnya adalah fondasi ekonomi,” tegas mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut.
Meski demikian, Purbaya mengingatkan pentingnya penertiban praktik saham gorengan yang berisiko merugikan investor ritel dan memengaruhi sentimen pasar.
“Investor kecil kasihan kalau salah beli saham gorengan. Itu memang harus dikerjakan dari sekarang,” pesannya.
Pelaksana Tugas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menilai kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia mulai pulih. Hal ini terlihat dari penguatan IHSG yang terjadi secara merata di berbagai sektor.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan berlanjut. Kita melihat sejauh ini indeks masih hijau,” ujarnya di Gedung BEI.
Hasan menambahkan, seluruh indeks sektoral, termasuk IDX30 dan LQ45, juga menguat. Menurutnya, hal ini menjadi sinyal positif atas respons pasar terhadap agenda reformasi yang tengah disiapkan regulator guna memperkuat integritas pasar modal.
Ketua Komisi XI DPR, Misbakhun, turut menyambut positif rebound IHSG. Ia menilai penguatan ini mencerminkan mulai pulihnya kepercayaan investor.
“Alhamdulillah IHSG sudah recovery dan mulai rebound. Ini menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan investor mulai membaik,” ujarnya.
Ia menduga sentimen positif juga dipicu langkah cepat OJK dan BEI, termasuk pertemuan dengan perwakilan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait isu free float.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai pergerakan IHSG masih berada di jalur positif. Dari sisi domestik, pasar merespons baik langkah regulator yang telah mengajukan berbagai usulan reformasi kepada MSCI.
Sementara dari eksternal, pelaku pasar memperkirakan The Federal Reserve akan menahan suku bunga acuannya pada pertemuan mendatang. Peluang pemangkasan suku bunga pada pertengahan 2026 tetap terbuka jika inflasi terkendali.
Optimisme terhadap kinerja emiten teknologi global serta penantian rilis data tenaga kerja juga turut menopang sentimen positif.
“Kombinasi sentimen teknikal, domestik, dan eksternal menjadi faktor pendukung IHSG untuk tetap bergerak stabil dengan kecenderungan menguat dalam jangka pendek,” pungkas Nafan.
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 21 jam yang lalu
Galeri | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu


