Dua Warga Tangerang Tewas Di Pandeglang
Digulung Ombak Di Pantai Cemara & Sambolo
PANDEGLANG - Niat berlibur jelang Ramadan, rombongan SMAN 2 Tangerang harus diselimuti duka yang mendalam, karena salah seorang pelajar Sammy Alfitrano Nurwachid (17) warga Cipondoh, Kota Tangerang, hilang digulung ombak saat berenang di Pantai Cemara, Kampung Simpang, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Senin (16/2), sekitar pukul 16.00 WIB.
Selama dua hari korban dilakukan pencarian secara intensif oleh Tim SAR gabungan, hingga korban berhasil ditemukan sejauh sekitar 50 meter dari Lokasi Kejadian Perkara (LKP) pada koordinat 6° 35’35.71”S 105°37’23.44”E, dalam keadaan sudah tak bernyawa, sekitar pukul 09.25 WIB, Selasa (17/2).
Begitu juga di tempat berbeda, salah seorang wisatawan Sunardi Surya (26) warga Kampung Karang Mulya RT/RW 004/002, Tangerang, digulung ombak saat berenang di Pantai Sambolo, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Selasa (17/2), sekitar pukul 12.20 WIB.
Hal itu terjadi, saat lima orang wisatawan berenang terseret arus. Warga setempat yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan hingga empat orang bernama Afandi, Rizal Fauzi, Rizki, dan Rafli berhasil diselamatkan. Sementara satu orang bernama Sunardi Surya hilang dan dinyatakan tenggelam.
Sekitar pukul 12.50 WIB, korban akhirnya ditemukan oleh warga dan pengelola destinasi wisata dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban kemudian langsung dievakuasi ke UGD Puskesmas Carita untuk mendapatkan penanganan medis namun, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
Dantim Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Banten, Vicky Meidy mengungkapkan, korban sebelumnya dilaporkan terseret ombak saat beraktivitas di sekitar pantai. Katanya, setelah dilakukan upaya pencarian intensif selama dua hari, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Pada hari kedua operasi SAR, tim SAR gabungan memulai pencarian sejak pukul 07.00 WIB dengan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan pencarian di laut menggunakan rubber boat Basarnas dengan radius dua nautical mile dari LKP,” kata Vicky, Selasa (17/2).
SRU kedua katanya lagi, melakukan penyisiran darat ke arah utara dan selatan masing-masing sejauh dua kilometer, sementara SRU ketiga melaksanakan pencarian visual udara menggunakan drone thermal.
“Pada pukul 09.25 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban sejauh sekitar 50 meter dari LKP pada koordinat 6° 35’35.71”S 105°37’23.44”E. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sumur untuk penanganan medis, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” jelasnya.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. “Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing,” pungkasnya.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Kantor SAR Banten, Unit Siaga SAR Pandeglang, Polsek Cigeulis, Koramil Cigeulis, Dinas Kesehatan, nelayan setempat, potensi SAR Banten, serta masyarakat sekitar.
Dantim KPP atau Basarnas Banten, Vicky Meidy juga membenarkan, warga Tangerang yang sedang berenang di kawasan Pantai Sambolo Carita, hilang dan ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri.
“Ya betul, satu orang lagi terjadi di kawasan Pantai Sambolo Carita. Korban tenggelam itu meninggal dunia saat di UGD Puskesmas Carita,” katanya.
Nasional | 22 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu


