Pemkot Ganti Tandon Dengan Long Storage
Fokus Tangani Banjir Di 2027
SERPONG-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus berupaya menangani persoalan banjir yang kerap melanda. Pada 2027, berbagai strategi diterapkan, mulai dari pembangunan long storage sampai penuntasan titik banjir.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel, Robbi Cahyadi mengatakan, upaya mengatasi banjir, hingga 2025 pihaknya telah membangun 23 tandon yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Lengkong Karya, Lengkong Wetan, Ciater Raya, dan Serua. “Total sampai 2025 sudah ada 23 tandon yang terbangun,” ujar Robbi usai mengikuti forum OPD di Perkantoran Lengkong, Rabu (4/3).
Namun ke depan, pembangunan tandon tidak lagi menjadi opsi utama karena keterbatasan lahan. Sebagai gantinya, DSDABMBK akan membangun long storage atau saluran air berkapasitas besar yang ditempatkan di bawah badan jalan.
“Ke depan kemungkinan sudah tidak ada lagi tandon baru karena lahannya harus pembebasan. Kita gantinya dengan long storage. Targetnya ada 10 long storage,” jelasnya.
Long storage merupakan saluran yang diperbesar untuk menampung debit air lebih banyak. Konsep ini sudah diterapkan di kawasan Pakujaya, Serpong Utara dan BPI, Pamulang serta tahun ini dibangun di Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren.
Selain pembangunan infrastruktur baru, fokus 2027 juga diarahkan pada penyelesaian titik-titik banjir yang masih tersisa. Jika sebelumnya terdapat sekitar 40 titik banjir, kini tersisa tujuh titik yang masih masuk kategori banjir.
“Yang masih kategori banjir itu sekitar tujuh titik. Kalau genangan ringan sempat ada sampai 11 titik, tapi itu hanya sekitar 20 sentimeter,” ungkapnya.
Wilayah yang masih menjadi perhatian, di antaranya Pondok Maharta, Kampung Bulak, Pondok Kacang Prima, serta Taman Manggu di Kecamatan Pondok Aren. Penanganan dilakukan melalui penambahan pompa, penyelesaian sisa tanggul sekitar 100 meter, hingga peninggian jembatan yang dinilai masih rendah.
Saat ini total pompa yang terpasang di berbagai titik mencapai 145 unit. “Fokus kita melengkapi pompa, menyelesaikan tanggul, dan meninggikan jembatan. Ada tanggul yang sudah tinggi, tapi jembatannya masih rendah, itu juga harus disesuaikan,” katanya.
Salah satu proyek besar yang juga berjalan adalah pelebaran jembatan di atas tol kawasan UPJ Bintaro, Ciputat untuk mendukung sistem drainase dan konektivitas.
Dengan langkah tersebut, DSDABMBK optimistis penanganan banjir di Tangsel semakin terkendali dan tersisa titik-titik kecil yang dapat diselesaikan secara bertahap hingga 2027.
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Internasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Internasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



