Mudik Lebaran 2026, 108 Ribu Penumpang dan 353 Ribu Kendaraan Diprediksi Menyeberang dari Sumatera
SERANG – Arus mudik Lebaran kembali diprediksi memicu lonjakan mobilitas masyarakat antar pulau, khususnya di lintasan penyeberangan tersibuk nasional Bakauheni–Merak pada Angkutan Lebaran 2026 (1447 H).
Berdasarkan proyeksi operasional, sebanyak 108.952 penumpang pejalan kaki dan 353.901 kendaraan diperkirakan menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak selama periode layanan tahun ini. Lintasan yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Jawa tersebut menjadi jalur vital bagi mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik nasional.
Pada periode Angkutan Lebaran 2026, 57 unit kapal disiapkan untuk melayani penyeberangan di lintasan utama Bakauheni–Merak. Dengan armada tersebut, diproyeksikan akan berlangsung 2.949 trip kapal selama masa layanan mudik dan arus balik.
Jika dibandingkan dengan Angkutan Lebaran 2025, jumlah penumpang dari Sumatera menuju Jawa diperkirakan meningkat 11,2 persen, kendaraan naik 10,5 persen, serta jumlah perjalanan kapal bertambah sekitar 7 persen.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan pengaturan lalu lintas penyeberangan selama periode Lebaran berada di bawah kewenangan regulator.
“ASDP sebagai operator mendukung penuh kebijakan regulator melalui koordinasi intensif agar layanan selama Angkutan Lebaran berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Partogi dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Posko Angkutan Lebaran dijadwalkan berlangsung 13–31 Maret 2026, dengan dinamika arus yang cukup tinggi karena beririsan dengan dua momentum besar, yakni Hari Raya Nyepi pada 18–19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri pada 21–22 Maret 2026.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menambahkan keberhasilan pengelolaan Angkutan Lebaran sangat bergantung pada kolaborasi lintas instansi dalam mengatur arus mobilitas di pelabuhan.
“Sinergi antara regulator, operator, aparat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam menjaga kelancaran layanan penyeberangan selama periode Lebaran,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan arus balik, pengaturan operasional akan diterapkan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas instansi.
Pada periode 23–29 Maret 2026, Pelabuhan Bakauheni diprioritaskan melayani penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan I hingga VI A menuju Pelabuhan Merak. Sementara kendaraan logistik besar golongan V B hingga IX akan dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu menuju Bojonegara guna mengurangi kepadatan di lintasan utama.
Penjualan tiket kendaraan logistik tersebut juga dihentikan sementara di Pelabuhan Bakauheni untuk keberangkatan mulai 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Selama periode tersebut juga diberlakukan kebijakan tarif satu harga (single tarif) yang berlaku sebagai tarif reguler.
Sejalan dengan transformasi digital layanan, masyarakat diimbau membeli tiket penyeberangan lebih awal melalui platform Ferizy, karena tidak tersedia penjualan tiket secara langsung di pelabuhan.
“Prinsipnya No Ticket, No Ride. Tiket harus sudah dimiliki paling lambat satu hari sebelum keberangkatan dan dapat dipesan sejak H-60 melalui aplikasi maupun kanal resmi Ferizy,” jelas Partogi.
Untuk mendukung operasional Angkutan Lebaran, ASDP menyiapkan 786 personel operasional serta memperkuat berbagai fasilitas layanan seperti timbangan buffer zone, sistem delaying, CCTV, layanan kesehatan 24 jam, hingga optimalisasi waktu sandar kapal (port time).
ASDP berharap masyarakat dapat merencanakan perjalanan lebih awal dan mematuhi pengaturan operasional yang berlaku agar perjalanan mudik berlangsung lancar, tertib, nyaman, dan selamat
Pos Banten | 23 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 23 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu



