TangselCity

Ibadah Haji 2024

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo
Tragedi Halloween Seoul

Korban Jiwa WNA Tembus 22 Orang, Dari 13 Negara, RI Tidak Termasuk

Laporan: AY
Minggu, 30 Oktober 2022 | 20:06 WIB
Tempat tragedi Hallowen di distrik Itaewon, Seoul. Foto : Istimewa
Tempat tragedi Hallowen di distrik Itaewon, Seoul. Foto : Istimewa

JAKARTA - Jumlah korban meninggal tragedi Halloween di distrik Itaewon, Seoul dilaporkan bertambah menjadi 153. Sebanyak 97 di antaranya, merupakan jenazah perempuan.

Sementara korban luka berjumlah 82. Mayoritas korban berusia akhir belasan dan 20-an. 

Otoritas kebakaran setempat menyebut, jumlah warga asing yang tewas, bertambah menjadi 22.

Terdiri dari warga China (4), Iran (4), Rusia (3), Amerika Serikat (1), Prancis (1), Australia (1), Vietnam (1), Uzbekistan (1), Norwegia (1), Kazakhstan (1), Sri Lanka (1), Thailand (1), dan Austria (1). Satu jenazah warga asing, belum teridentifikasi kewarganegaraannya.

Namun, data Kementerian Dalam Negeri Korsel menyebut, korban jiwa WNA hanya berjumlah 20. Belum jelas di mana beda pencatatannya.


Otoritas pemadam kebakaran awalnya menerima lusinan laporan dari warga di distrik Itaewon, yang merupakan rumah bagi komunitas ekspatriat dengan kehidupan malam yang trendi dan restoran yang apik, tentang orang-orang yang mengalami kesulitan bernapas.


Kejadian pertama dilaporkan sekitar pukul 22.15 waktu setempat.

Saksi dan korban mengungkap, peristiwa tragis bermula setelah sekelompok orang melonjak ke gang belakang. Berupa jalan menurun berukuran 4x40 meter, yang menghubungkan distrik restoran dengan jalan utama. 

Saking sempitnya gang itu, pada saat bersamaan, enam orang dewasa tak dapat melalui jalan tersebut.

Beberapa orang kemudian jatuh dan menyebabkan efek domino. Peserta acara Halloween kemudian tertumpuk satu sama lain. Tak bisa bergerak. Tak bisa bernapas.

"Orang-orang terus mendorong ke gang klub yang menurun, sehingga banyak yang berteriak dan jatuh seperti kartu domino," tulis seorang saksi tak dikenal di Twitter.

"Saya pikir, saya akan mati, karena orang-orang terus mendorong. Tanpa sadar ada yang jatuh di awal kejadian," imbuhnya.

Rekaman video menunjukkan, petugas penyelamat dan warga biasa, sibuk memberikan bantuan pernapasan (CPR) pada korban. 
Pesta Halloween ini adalah yang pertama digelar di Seoul, dalam tiga tahun terakhir, setelah Pemerintah Korsel mencabut pembatasan Covid-19. Mayoritas peserta mengenakan kostum Halloween yang bernuansa horor.

Ini adalah tragedi terburuk di Korsel, setelah kejadian tahun tenggelamnya Kapal Ferry Sewol pada tahun 2014, yang mengakibatkan 304 orang meninggal. Dengan korban terbanyak siswa SMA. (AY/rm.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo