TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Pesona Tradisi Lebaran Nusantara: 5 Pernak-Pernik Budaya yang Sarat Makna

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 23 Maret 2026 | 08:25 WIB
Tradisi Topat di NTB. Foto : Ist
Tradisi Topat di NTB. Foto : Ist

JAKARTA – Lebaran di Indonesia bukan sekadar momen saling memaafkan dan bersilaturahmi, tetapi juga menjadi ajang perayaan budaya yang kaya akan tradisi. Dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah memiliki cara unik dalam menyambut Hari Raya Idulfitri, mencerminkan keberagaman sekaligus kekayaan warisan budaya Nusantara.

Berikut lima tradisi khas Lebaran dari berbagai daerah di Indonesia:

 

1. Meugang – Aceh

Di Aceh, suasana menjelang Idulfitri terasa istimewa dengan adanya tradisi Meugang. Masyarakat berbondong-bondong membeli dan mengolah daging sebagai hidangan utama bagi keluarga.

Lebih dari sekadar kuliner, Meugang menjadi simbol kebahagiaan setelah menjalani ibadah puasa sekaligus bentuk kepedulian sosial. Warga juga berbagi makanan dengan tetangga dan kaum dhuafa agar semua dapat merasakan suka cita Lebaran.

 

2. Grebeg Syawal – Yogyakarta

Tradisi Grebeg Syawal yang berasal dari Keraton Yogyakarta telah berlangsung sejak abad ke-16. Digelar setiap 1 Syawal, tradisi ini menjadi wujud rasa syukur usai Ramadan.

 

Ciri khasnya adalah arak-arakan tujuh gunungan berisi hasil bumi dan makanan. Setelah didoakan, gunungan tersebut diperebutkan masyarakat karena diyakini membawa berkah dan melambangkan kemakmuran.

 

3. Perang Topat – Lombok, Nusa Tenggara Barat

Di Lombok, tradisi Perang Topat atau “perang ketupat” menjadi simbol kerukunan antarumat beragama, khususnya antara umat Islam dan Hindu.

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan ziarah, lalu dilanjutkan dengan saling melempar ketupat dalam suasana penuh kegembiraan. Ketupat yang digunakan dipercaya membawa berkah serta kesuburan.

 

4. Pawai Pengon – Jember

Masyarakat Jember merayakan Lebaran dengan Pawai Pengon yang digelar pada hari ketujuh Syawal. Dalam tradisi ini, gerobak berhias janur kuning ditarik oleh sepasang sapi dan diarak keliling desa.

Gerobak tersebut membawa ketupat serta hasil bumi sebagai simbol keberkahan dan rasa syukur, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

 

5. Ngejot – Bali

Di Bali, tradisi Ngejot menjadi cerminan kuatnya toleransi antarumat beragama. Umat Muslim dan Hindu saling berbagi makanan khas masing-masing, seperti ketupat, opor, hingga hidangan tradisional Bali.

 

Tradisi ini memperkuat nilai kebersamaan dan keharmonisan, menjadikan Lebaran sebagai momen persatuan lintas budaya dan keyakinan.

 

Beragam tradisi Lebaran di Indonesia tidak hanya memperkaya perayaan Idulfitri, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya kebersamaan, kepedulian, dan toleransi. Inilah yang menjadikan Lebaran di Nusantara begitu istimewa—bukan hanya dirayakan, tetapi juga diwariskan dari generasi ke generasi.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit