TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Tanah Proyek Tumpah ke Jalan Ciater, Pilar Beri Ultimatum ke Perusahaan

Bangun Drainase Kawasan dan Lengkapi Izin

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Selasa, 05 Mei 2026 | 19:37 WIB
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek di Jalan Raya Ciater, Kelurahan Serua, Selasa (5/5). (tangselpos.id/rmn)
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek di Jalan Raya Ciater, Kelurahan Serua, Selasa (5/5). (tangselpos.id/rmn)

CIPUTAT — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek di Jalan Raya Ciater, Kelurahan Serua, Selasa (5/5). Sidak dilakukan menyusul insiden tumpahan tanah dan lumpur dari area proyek yang menutup badan jalan saat hujan deras, Senin (4/5) malam kemarin.


Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di sekitar Bundaran Maruga sempat lumpuh total. Bahkan, kemacetan dilaporkan terjadi hingga dua sampai tiga jam dan mengganggu aktivitas masyarakat.


“Saya meninjau langsung untuk melihat permasalahan teknis di lapangan, sekaligus meminta penjelasan dari pemilik lahan dan kontraktor terkait kejadian semalam,” ujar Pilar di lokasi.


Ia mengungkapkan, aktivitas di lokasi saat ini masih dalam tahap awal cut and fill. Namun, sejumlah perizinan lanjutan seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), analisis dampak lalu lintas (Andalalin), hingga izin lingkungan lainnya masih dalam proses.


“Apapun peruntukannya nanti, seluruh perizinan harus dipenuhi. Jangan sampai kegiatan sudah berjalan, tapi kewajiban administrasi belum lengkap,” tegasnya.


Dalam sidak tersebut, Pilar menyoroti belum adanya saluran drainase yang memadai di kawasan proyek. Kondisi itu dinilai menjadi penyebab utama meluapnya tanah dan lumpur ke jalan raya saat hujan deras.


“Seharusnya dari awal pembangunan, drainase kawasan sudah dibangun. Jangan mengandalkan drainase kota, karena itu bukan untuk menampung limpasan tanah dari proyek,” katanya.

 


Ia pun meminta pihak perusahaan segera membangun saluran drainase di dalam kawasan proyek hingga terhubung ke sungai. Selain itu, perusahaan juga diminta memastikan tidak terjadi pendangkalan sungai akibat material tanah yang terbawa aliran air.


“Kalau tanah masuk ke sungai, bisa menyebabkan pendangkalan. Ini harus dicegah. Saya minta segera dilakukan penggalian saluran, bahkan mulai malam ini atau paling lambat besok,” ujarnya.


Selain persoalan drainase, Pilar juga mengingatkan pentingnya penguatan tebing di sekitar permukiman warga untuk mencegah longsor susulan. Pihak perusahaan disebut telah merencanakan pembangunan dinding penahan tanah (DPT) di area yang berbatasan dengan rumah warga.


Terkait fasilitas umum, Pilar turut menyoroti trotoar yang terdampak aktivitas proyek. Ia meminta agar seluruh aset pemerintah yang digunakan atau rusak segera dikembalikan dan ditata seperti semula.


“Apapun aset pemerintah kota yang terdampak harus dikembalikan fungsinya. Tapi yang paling penting sekarang adalah memastikan drainase tidak lagi membuang tanah ke jalan,” tegasnya.


Ia juga memastikan Pemerintah Kota Tangsel untuk sementara menahan proses penerbitan PBG hingga seluruh persyaratan perizinan dipenuhi sesuai ketentuan, termasuk garis sepadan sungai dan kajian lingkungan.


Mengantisipasi potensi hujan susulan, Pilar meminta instansi terkait seperti pemadam kebakaran dan BPBD untuk siaga di lokasi.


“Semalam ada warga yang terjebak macet sampai dua hingga tiga jam, termasuk ibu hamil dan pekerja. Ini sangat merugikan masyarakat, jangan sampai terulang lagi,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit