Pencarian Korban Digulung Ombak Masih Nihil
LEBAK - Operasi SAR yang dilakukan Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Banten hingga hari ke 3 (Kamis, 26/3), terhadap korban yang tenggelam digulung ombak di Pantai Kayakas Pulo Manuk, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, masih nihil atau belum membuahkan hasil.
Kasubsie Siaga dan Operasi Basarnas Banten, Rizky Dwianto mengatakan, hingga memasuki hari ketiga operasi SAR korban masih dalam status pencarian (DP). “Pada operasi SAR H.3, tim SAR gabungan membagi area pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Area pencarian ditentukan dengan radius 1 Nautical Mile dari lokasi kejadian dengan total luas area pencarian di perairan sekitar ±13 Nm²,” kata Rizky.
SRU 1 melakukan pencarian di sektor Tenggara menggunakan perahu nelayan dengan luas area pencarian ±5,7 Nm². Sementara SRU 2 melaksanakan penyisiran darat di sepanjang pesisir pantai area pencarian serta berkoordinasi dengan pengelola pantai apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Hingga pukul 17.00 WIB, Tim SAR Gabungan belum menemukan adanya tanda keberadaan korban, hingga Operasi SAR pada hari ke 3 harus ditutup sementara dengan hasil nihil,” jelasnya.
Tambahnya, operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan penyisiran area sesuai rencana operasi maksimal sampai hari ke 7.
Diberitakan sebelumnya, Salah seorang wisatawan Dendi Darmawan (22) warga Kampung Cilangkap RT/RW 03/14, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok, hilang digulung ombak di pantai Kayakas Pulo Manuk, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, pada Selasa (24/3), sekitar pukul 16.45 WIB.
Hingga hari kedua (Rabu, 25/3) dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan, belum juga membuahkan hasil menemukan korban yang hilang digulung ombak tersebut.
Anggota Madur Rescue, Jhon mengungkapkan, kejadian itu bermula, saat korban Dendi berenang bersama dua temannya Afis (19)dan Dwi (23). Jelasnya, insiden bermula sekitar pukul 16.45 WIB, ketika tiga orang remaja berenang di sekitar pantai sambil mengejar bola yang terbawa arus ke tengah laut.
“Dendi diduga kelelahan dan terseret arus. Afis sempat berupaya menolong, namun karena kondisi korban yang cukup berat dan arus yang semakin kuat, upaya penyelamatan tidak berhasil. Afis akhirnya kembali ke daratan dengan bantuan perahu nelayan, sementara Dwi berhasil lebih dahulu mencapai tepi pantai,” jelas Jhon, Rabu (25/3).
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Internasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




