TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Sachrudin Minta Semua Pihak Tetap Tenang Dan Serahkan Kasus Kepada Polisi

Diduga Anggota Damkar Alami Kekerasan

Reporter & Editor : Redaksi
Senin, 13 April 2026 | 08:00 WIB
Korban dugaan tindak kekerasan yang juga petugas Piket Damkar di Pos Pinang sedang menjalani perawatan di RS.
Korban dugaan tindak kekerasan yang juga petugas Piket Damkar di Pos Pinang sedang menjalani perawatan di RS.

TANGERANG - Kasus dugaan kekerasan terhadap petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang sampai ke telinga Wali Kota Tangerang Sachrudin. Ditemui usai menghadiri pengukuhan Rektor Universitas Raharja sebagai Guru Besar Bidang Manajemen, orang nomor satu di Kota Tangerang tersebut memberikan tanggapan.

 

Sachrudin menegaskan bahwa setiap persoalan harus diselesaikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ia meminta semua pihak untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat berwenang. 

 

“Ya, kita jalani saja secara mengalir. Hukum itu sebagai panglima, jadi semuanya kita serahkan kepada aturan,” ujarnya, Minggu (12/4).

 

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan peristiwa yang terjadi sebagai bahan introspeksi bersama, terutama dalam hal menghargai petugas yang menjalankan tugas di lapangan serta pentingnya sikap saling menghormati antar warga. 

 

“Ini barangkali menjadi introspeksi kita semua, bagaimana kita menghormati kelebihan dan kekurangan orang lain, termasuk menjunjung aturan-aturan yang ada,” ucapnya.

 

Menurutnya, penguatan rasa kebersamaan menjadi hal penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. “Makanya kita harus membangun kebersamaan, sama-sama supaya hal seperti itu tidak terjadi lagi,” tuturnya.

 

Terkait insiden pemukulan, Sachrudin mengaku belum menerima laporan resmi secara lengkap dan baru mengetahui informasi secara sepintas. “Kalau saya baru tahu dari informasi sekilas saja, laporan resminya belum saya terima,” jelasnya.

 

Terpisah, aparat Polsek Pinang Polres Metro Tangerang Kota memastikan proses hukum tengah berjalan menyusul viralnya video insiden tersebut di media sosial. Korban, Hidayat, diketahui telah melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak kepolisian. Laporan resmi telah diterima, disertai hasil visum sebagai bagian dari penguatan alat bukti.

 

Kapolsek Pinang, Iptu Adityo Wijanarko, menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Pemeriksaan terhadap korban pun telah rampung dilakukan penyidik. “Korban sudah membuat laporan polisi, visum pun sudah dilakukan dan pemeriksaan terhadap korban telah dilaksanakan,” jabar Adityo.

Tak berhenti pada laporan korban, polisi mulai merangkai kronologi kejadian melalui keterangan saksi. Hingga kini, sedikitnya tiga orang saksi telah diperiksa untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang terjadi di lingkungan pos damkar tersebut. “Untuk saksi, sudah tiga orang yang diperiksa,” terangnya.

 

Dalam perkembangan penyelidikan, identitas terduga pelaku telah dikantongi aparat. Pelaku diketahui berinisial A dan dalam waktu dekat akan dipanggil untuk dimintai keterangan. “Masih dalam tahap penyelidikan. Terduga pelaku berinisial A akan dilakukan pemanggilan, kemudian dilanjutkan dengan gelar perkara,” ungkapnya.

 

Kasus sendiri menyita perhatian publik setelah rekaman video yang memperlihatkan dugaan aksi kekerasan terhadap petugas damkar beredar luas. Peristiwa memicu kecaman, mengingat korban merupakan petugas layanan publik yang tengah menjalankan tugas. Polisi menegaskan, seluruh proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan. Penanganan perkara masih terus berjalan dengan mengedepankan standar operasional yang berlaku.

 

Sebelumnya, keributan antara petugas Damkar dan seorang warga terjadi di Pos Damkar Kecamatan Pinang, Jumat (10/4) sekitar pukul 14.30 WIB.  Insiden ini kini ditangani kepolisian setelah kedua pihak melaporkan kejadian dengan versi berbeda.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat petugas piket, Hidayat, sedang menjalankan tugas jaga dan berinteraksi dengan seorang pria di area pos. Interaksi itu kemudian memicu cekcok hingga berujung pada kontak fisik.

 

Dalam rekaman video yang beredar, suasana di lokasi terlihat memanas. Salah satu pihak tampak emosi, disertai aksi melempar botol air mineral dan gerakan agresif sebelum terjadi pemukulan. Akibat kejadian, Hidayat mengalami luka sobek di pelipis kiri dan memar di bagian mata. Dirinya melaporkan insiden tersebut ke Polsek Pinang sekitar pukul 15.30 WIB dan menjalani visum sebagai bagian dari proses penyelidikan. Pada pukul 17.00 WIB, Hidayat menjalani pemeriksaan medis di RS EMC Cipondoh. 

 

Meski dalam kondisi terluka, yang bersangkutan tetap memberikan keterangan kepada polisi bersama sejumlah saksi hingga malam hari.  Namun, kondisi Hidayat dilaporkan memburuk beberapa jam kemudian. Pada Sabtu (11/4) dinihari sekitar pukul 01.30 WIB, mengalami mual, pusing, telinga berdengung serta nyeri kepala hingga muntah. Dirinya kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RS Hermina untuk penanganan lanjutan. Dokter merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk CT scan kepala dan pemeriksaan saraf mata, guna memastikan tidak ada dampak serius akibat benturan.

Komentar:
ePaper Edisi 13 April 2026
Berita Populer
02
Korban KDRT Dilaporkan Balik, DPRD Turun Tangan

TangselCity | 3 hari yang lalu

04
SIM Keliling Kota Tangsel Jumat 10 April 2026

TangselCity | 3 hari yang lalu

06
SIM Keliling Tangerang Kota Jumat 10 April 2026

Pos Tangerang | 3 hari yang lalu

07
Benyamin: 2027 Kita Masih Fokus Di Infrastruktur

TangselCity | 3 hari yang lalu

09
10
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit