TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Perang Iran Picu Lonjakan Harga Energi, Laba Shell Tembus Rp119 Triliun dalam Tiga Bulan

Reporter: Farhan
Editor: AY
Kamis, 07 Mei 2026 | 21:05 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

INGGRIS — Raksasa minyak dan gas asal Inggris, Shell⁠, membukukan laba sebesar 6,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp119,27 triliun pada kuartal pertama 2026. Angka tersebut melonjak sekitar 1,3 miliar dolar AS atau Rp22,49 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu, dipicu gejolak harga minyak dunia akibat perang Iran serta kenaikan harga bensin dan bahan bakar jet.


Kenaikan laba terbesar berasal dari sektor pengilangan minyak (refinery), yang mencatat keuntungan hampir 2 miliar dolar AS atau setara Rp34,6 triliun. Bisnis kilang Shell diuntungkan oleh lonjakan margin pengolahan minyak mentah menjadi produk seperti solar, bensin, dan avtur di tengah ketidakstabilan pasar energi global.


Selain itu, divisi perdagangan energi Shell juga mencatat performa kuat. Seperti halnya BP⁠ yang sebelumnya melaporkan laba kuartalan meningkat tajam, para trader Shell dinilai berhasil memanfaatkan volatilitas harga minyak dengan membaca arah pergerakan pasar secara akurat.


“Shell mencatat hasil yang kuat dalam kuartal yang ditandai gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar energi global,” ujar CEO Shell, Wael Sawan, seperti dikutip dari CNN International⁠, Kamis (7/5/2026).


Meski laba meningkat signifikan, Shell mengungkapkan total produksi minyak dan gas perusahaan sedikit menurun dibanding kuartal sebelumnya. Penurunan itu terutama dipengaruhi dampak konflik di Timur Tengah terhadap volume produksi di Qatar.


Di sisi lain, kelompok kampanye End Fuel Poverty Coalition kembali mendesak pemerintah untuk menerapkan pajak keuntungan berlebih (windfall tax) terhadap perusahaan-perusahaan energi. Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan tagihan energi rumah tangga yang dipicu lonjakan harga minyak akibat perang Iran.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit