Pemkot Tangsel Dorong Digitalisasi Masjid
755 Titik Internet Gratis Terpasang di Masjid dan Musala
TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat transformasi digital hingga ke lingkungan rumah ibadah. Melalui program Gerakan Sholat Subuh Berjamaah atau Safari Subuh, Pemkot Tangsel mulai mendorong digitalisasi masjid sebagai pusat informasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin, saat memberikan tausiah dalam kegiatan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Al Huda, Jombang, Ciputat, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Asep, peran masjid saat ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pemanfaatan teknologi digital yang positif dan produktif.
"Masjid harus naik kelas. Tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat literasi, pusat informasi, pusat pendidikan umat, bahkan pusat pemberdayaan masyarakat berbasis digital," ujar Asep.
Ia menjelaskan, digitalisasi masjid menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan era teknologi tanpa mengurangi nilai-nilai keagamaan yang selama ini menjadi fondasi utama kehidupan umat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Pemkot Tangsel melalui Diskominfo terus memperluas layanan internet gratis atau free Wi-Fi di berbagai wilayah. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 5.000 titik layanan internet gratis telah tersedia di fasilitas publik yang tersebar di seluruh Kota Tangerang Selatan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 755 titik internet gratis telah dipasang khusus di lingkungan masjid dan musala.
"Sebanyak 755 titik free internet telah dipasang di masjid dan musala untuk mendukung aktivitas pendidikan, dakwah, akses informasi, hingga pelayanan publik berbasis digital," ungkapnya.
Program tersebut merupakan bagian dari pengembangan ekosistem Smart City Tangerang Selatan yang bertujuan memperluas akses internet dan layanan digital secara merata kepada masyarakat, termasuk di kawasan rumah ibadah.
Selain infrastruktur digital, Asep juga menekankan pentingnya peningkatan literasi digital bagi masyarakat dan pengurus masjid agar teknologi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan bertanggung jawab.
Upaya digitalisasi masjid ini mendapat respons positif dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Huda Jombang Ciputat. Perwakilan DKM, Ustadz Hasan Asari, menilai program tersebut mampu mendukung peningkatan kualitas layanan keagamaan maupun sosial bagi jamaah.
Sementara itu, Ketua Gerakan Pejuang Shubuh, Ustadz Sartono, mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat melalui kegiatan Safari Subuh menjadi langkah penting dalam membangun generasi yang religius sekaligus siap menghadapi perkembangan teknologi.
"Kami ingin menghidupkan masjid tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah menjadi langkah positif untuk membangun umat yang kuat secara spiritual dan siap menghadapi era digital," kata Sartono.
Melalui gerakan Safari Subuh dan program digitalisasi masjid, Pemkot Tangsel berharap rumah ibadah dapat berkembang menjadi pusat pembinaan umat yang modern, inklusif, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.(*)
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



