TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Brazil vs Maroko: Adu Taktik Pragmatis di Panggung Pembuka

Reporter & Editor : AY
Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:46 WIB
Laga Brazil vs Maroko akan tersaji  di Stadion New York, Amerika Serikat.
Laga Brazil vs Maroko akan tersaji di Stadion New York, Amerika Serikat.

AS - Laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 langsung menyajikan duel kelas dunia. Brazil akan menghadapi Maroko di Stadion New York, Amerika Serikat, besok pukul 05.00 WIB, dalam pertandingan yang mempertemukan raksasa sepak bola dunia dengan salah satu kekuatan paling disiplin dari Afrika.


Tim Samba datang dengan wajah baru di bawah sentuhan Carlo Ancelotti. Pelatih asal Italia itu perlahan menggeser identitas klasik Jogo Bonito menjadi permainan yang lebih seimbang—tetap atraktif saat menyerang, tetapi jauh lebih terstruktur ketika kehilangan bola.


Menghadapi Maroko yang dikenal solid dalam bertahan dan mematikan saat melakukan transisi cepat, Ancelotti diperkirakan tetap mengandalkan skema 4-3-3.


Tidak lagi bertumpu pada sosok nomor 10 seperti era Neymar, Brazil kini membangun permainan melalui trio gelandang pekerja keras. Casemiro, Bruno Guimaraes, dan Lucas Paqueta diprediksi menjadi motor utama untuk menguasai lini tengah sekaligus memenangkan perebutan bola kedua.


Pertarungan sektor tengah menjadi kunci. Trio Brazil akan mendapat ujian berat dari ketangguhan Sofyan Amrabat yang selama ini menjadi jangkar permainan Maroko.
Namun sorotan terbesar diperkirakan hadir di sisi lapangan.


Vinicius Junior berpotensi menjadi senjata utama Brazil untuk mengeksploitasi ruang di belakang Achraf Hakimi. Kecepatan dan kemampuan duel satu lawan satu winger Real Madrid itu bisa menjadi ancaman serius, terutama melalui pola serangan balik cepat.


Di sisi lain, Maroko juga punya senjata yang tak kalah berbahaya. Hakim Ziyech tetap menjadi sumber kreativitas dari sektor sayap, sementara Ismael Saibari dan Brahim Diaz siap memberi variasi serangan dari lini kedua.


Ancelotti pun mengisyaratkan pendekatan yang lebih pragmatis di area pertahanan guna meredam agresivitas serangan sayap Maroko.


Pertanyaannya kini: apakah Brazil mampu memaksakan dominasi, atau justru Maroko kembali menunjukkan bahwa organisasi permainan bisa menandingi deretan bintang?
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit