Pemkot Tangsel Perkuat Peran Kader Kesehatan untuk Tekan Stunting
CIPUTAT - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat peran kader kesehatan dan Tim Ngider Sehat Premium dalam upaya menekan angka stunting. Langkah tersebut ditegaskan dalam rangkaian Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang dirangkaikan dengan pemberian apresiasi kepada kader kesehatan dan Tim Ngider Sehat Premium di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, Senin (22/6).
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh pihak bahwa anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga kualitas tumbuh kembangnya. Karena itu, upaya pencegahan dan penanganan stunting harus menjadi perhatian bersama.
Menurut Benyamin, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan prevalensi stunting di Tangsel naik dari 9,2 persen menjadi 10,5 persen. Meski masih lebih rendah dibanding rata-rata nasional yang mencapai 19,8 persen, kondisi tersebut menjadi sinyal agar seluruh pihak semakin memperkuat langkah penanganan.
“Upaya pencegahan dan penanganan stunting harus diperkuat secara lebih serius, terukur, dan berkelanjutan. Stunting bukan hanya soal tinggi badan anak yang tidak sesuai usianya, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas di masa depan, bahkan daya saing daerah dan bangsa,” ujar Benyamin.
Ia menjelaskan, Pemkot Tangsel terus menjalankan berbagai program kesehatan ibu dan anak, mulai dari penguatan pelayanan kesehatan dasar, peningkatan cakupan imunisasi, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga berbagai inovasi layanan kesehatan yang mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Benyamin menilai, keberhasilan program tersebut tidak dapat dicapai pemerintah sendiri. Peran kader kesehatan dan Tim Ngider Sehat Premium sangat penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di lingkungan masyarakat.
“Kader kesehatan hadir di tengah masyarakat untuk melakukan edukasi kesehatan, pemantauan pertumbuhan balita, pendampingan ibu hamil, pelaksanaan posyandu, serta berbagai upaya promotif dan preventif lainnya,” katanya.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, Pemkot Tangsel memberikan apresiasi kepada kader kesehatan dan Tim Ngider Sehat Premium yang selama ini aktif mendukung pembangunan kesehatan daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan penanganan stunting harus dilakukan secara kolaboratif karena penyebabnya bersifat multifaktor.
“Stunting disebabkan oleh multifaktor dan harus diselesaikan oleh multisektor. Karena itu diperlukan kolaborasi lintas OPD, kader kesehatan, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Menurut Allin, target prevalensi stunting di Tangsel pada tahun ini berada di angka 7,5 persen. Untuk mencapai target tersebut, berbagai program terus digencarkan, mulai dari pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, promosi ASI eksklusif, imunisasi, hingga pemberian makanan tambahan bagi balita.
Selain sektor kesehatan, upaya penurunan stunting juga didukung berbagai program lintas perangkat daerah seperti bantuan sosial dan bedah rumah yang menyasar masyarakat membutuhkan.
“Kolaborasi kita dengan OPD lain di Tangsel sudah berjalan baik. Tinggal bagaimana terus ditingkatkan dengan dukungan anggaran, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar target 7,5 persen bisa tercapai,” tandasnya.
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 20 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu




