TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Jari Balita di Ciledug Tersangkut Seng

Reporter & Editor : Redaksi
Senin, 29 Juni 2026 | 10:00 WIB
TERSANGKUT BENDA: Kondisi benda bulat yang terbuat dari seng dan tersangkut pada jari balita. Beruntung BPBD Kota Tangerang UPT Damkar dan Penyelamatan Ciledug turun tangan. ISTIMEWA
TERSANGKUT BENDA: Kondisi benda bulat yang terbuat dari seng dan tersangkut pada jari balita. Beruntung BPBD Kota Tangerang UPT Damkar dan Penyelamatan Ciledug turun tangan. ISTIMEWA

TANGERANG—Para orang tua diminta agar tidak lengah menjaga anak balitanya ketika sedang bermain. Terlebih pada situasi keramaian. Seperti kasus balita di Ciledug, Kota Tangerang telunjuk ini misalnya. Jari anak tersangkut pada benda bulat berbahan seng. Beruntung  Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang dari UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Ciledug berhasil mengevakuasi.

 

Peristiwa ini bermula pada Sabtu (27/06) saat balita tersebut diajak kedua orang tuanya untuk menghadiri sebuah acara hajatan. Saat berada di lokasi, sang balita tanpa sengaja memainkan sebuah benda bulat berbahan seng yang memiliki lubang kecil di bagian tengahnya di atas salah satu meja.

 

Tak berselang lama, suasana kondusif mendadak berubah panik ketika sang balita tiba-tiba menangis histeris. Orang tuanya yang terkejut baru menyadari bahwa benda bulat tersebut sudah tersangkut erat dan tidak bisa dilepaskan dari jari telunjuk sang anak.

 

Melihat situasi tersebut, warga sekitar menyarankan orang tua korban untuk segera membawa sang anak ke pos UPT Damkar dan Penyelamatan Ciledug guna mendapatkan pertolongan medis darurat. Menerima laporan tersebut, Regu 2 UPT Damkar Ciledug langsung bergerak cepat.

 

Namun, proses pelepasan tidak berjalan mudah karena sang balita terus meronta dan menangis menahan sakit. Selama penanganan, orang tua korban harus terus memeluk dan menenangkan buah hati mereka di pangkuan.

 

Komandan Regu 2 UPT Damkar Ciledug, Abdurrahman Yahya, menuturkan petugas membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk bisa membebaskan jari balita tersebut. Faktor kehati-hatian menjadi prioritas utama mengingat material benda yang tajam. "Benda bulat tersebut telah membuat luka kecil di jari sang balita. Jadi, agar luka tidak bertambah parah, proses pelepasannya kami lakukan dengan sangat hati-hati," jelas Abdurrahman.

 

Petugas akhirnya berhasil mengeksekusi benda tersebut dengan cara memotongnya secara perlahan menggunakan peralatan khusus hingga terbelah, sehingga jari sang balita bisa dikeluarkan dengan aman."Dengan sangat hati-hati kami memotong benda berbahaya tersebut, dan jari sang balita dapat dilepaskan," sambungnya.

 

Orang tua sang balita, Ronald, menyampaikan rasa terima kasih dan syukur yang mendalam atas bantuan cepat yang diberikan oleh para petugas di lapangan. "Kami sangat bersyukur atas kesigapan dan kesabaran petugas Damkar. Berkat mereka, benda itu akhirnya bisa terlepas dari jari telunjuk anak saya," ungkap Ronald lega.

 

Usai jari sang anak terbebas dari benda berbahaya, kedua orang tua membawa anaknya kembali kerumah untuk mengobati luka kecil pada jari anaknya. Kasus ini menjadi pengingat bagi para orang tua untuk selalu memperketat pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di tempat umum, agar terhindar dari benda-benda yang berpotensi membahayakan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit