Rakyat Menanti Beras Murah
SERPONG - Harga beras premium dan medium di pasar kota dan pasar rakyat sejak akhir Mei 2026 lalu naik rata-rata 5,5 hingga 11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Naiknya harga beras tentu memberatkan rakyat kelas bawah, buruh harian, dan korban PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Apalagi, bulan Juli ini adalah bulan pendaftaran siswa baru SD, SMP, SMA, dan SMK tahun ajaran baru 2026/2027. Pengeluaran masyarakat bulan ini jauh lebih besar dari bulan lalu. Oleh sebab itu, kalau harga beras dan sembako naik lagi, beban rakyat semakin berat.
Untuk meringankan beban rakyat, kita berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan, Bulog, dan BUMN Pangan segera membanjiri pasar kota, pasar kecamatan, dan pasar desa dengan beras murah. Kita juga berharap pemerintah segera membanjiri pasar dengan minyak goreng murah dan gula murah.
Stok beras Bulog saat ini cukup besar, yaitu sekitar 4,5 juta ton. Dengan stok beras sebesar itu, pemerintah bisa melakukan operasi pasar seminggu sekali di daerah-daerah yang persediaan berasnya menipis.
Kita berharap, dengan operasi pasar dan tambahan pasokan beras murah ke pasar kota, pasar kecamatan, dan pasar desa, harga beras bisa turun 5 hingga 10 persen.
Kita juga berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah menggelar pasar murah sembako sebulan dua kali. Ini penting agar rakyat miskin dan orang-orang di lapisan paling bawah bisa membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga 25 hingga 30 persen lebih rendah dari harga di pasar rakyat.
Kita berharap, beras murah yang dipasok ke pasar adalah beras dengan kualitas baik. Bulog mesti mengawasi secara ketat penyaluran beras hingga pasar desa. Ini penting untuk mencegah kemungkinan masuknya beras rusak atau beras kualitas rendah ke pasar.
Kita juga berharap, petugas Bulog yang menangani penyaluran beras murah ke pasar rakyat adalah orang-orang dengan rekam jejak baik dan jujur. Ini penting untuk mencegah kemungkinan adanya oknum yang main-main dengan beras murah.
Kita juga berharap, para kepala daerah mengawasi secara langsung operasi pasar dan penyaluran beras murah ke pasar kota, pasar kecamatan, dan pasar desa. Sehingga, saat pasokan berkurang atau kualitas beras yang masuk ke pasar kurang baik, bisa cepat diketahui dan diatasi.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu






