Selangkah Lagi Ukir Sejarah, Luis de la Fuente Bawa Spanyol Mengincar Mahkota Dunia
AS - Keberhasilan Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 semakin mengukuhkan nama Luis de la Fuente sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Negeri Matador. Kini, pelatih berusia 65 tahun itu hanya tinggal selangkah lagi mengantarkan La Roja mengukir sejarah dengan kembali merebut gelar juara dunia.
Lolos ke partai puncak usai menundukkan Prancis 2-0 di babak semifinal menjadi bukti konsistensi Spanyol di bawah racikan De la Fuente. Sejak dipercaya menangani timnas senior pada Desember 2022, ia berhasil mengubah La Roja menjadi salah satu kekuatan paling dominan di sepak bola internasional.
Di bawah kepemimpinannya, Spanyol sukses menjuarai UEFA Nations League 2023, mengangkat trofi Euro 2024, menjadi finalis UEFA Nations League 2025, dan kini berpeluang menyempurnakan era keemasannya dengan menjuarai Piala Dunia 2026.
Mantan bek kiri Spanyol, Manolo Jimenez, menilai pencapaian De la Fuente merupakan buah dari perjalanan panjang yang dibangun dengan kerja keras dan dedikasi.
"Luis adalah pribadi yang luar biasa. Dia pekerja keras, pantang menyerah, dan semua yang diraihnya saat ini merupakan hasil dari usahanya sendiri. Saya bangga melihatnya berada di puncak sepak bola Spanyol," ujar Jimenez kepada FIFA.
Pujian serupa disampaikan mantan Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Tito Blanco. Mengenal De la Fuente sejak 2011, Blanco mengaku tak pernah meragukan keputusan federasi saat menunjuknya sebagai pelatih tim nasional senior.
"Saat dia dipromosikan menjadi pelatih timnas senior, kami yakin telah membuat keputusan yang tepat. Menurut saya, tidak ada sosok yang lebih layak untuk posisi tersebut," katanya.
Pelatih Timnas Spanyol U-21, Santi Denia, yang telah bekerja bersama De la Fuente selama 14 tahun, menyebut kemampuan sang pelatih dalam memahami karakter pemain menjadi salah satu kunci keberhasilan La Roja.
"Luis mengenal para pemainnya dengan sangat baik. Dia tahu siapa yang harus dimainkan, kapan mengambil keputusan, dan bagaimana mengeluarkan potensi terbaik dari setiap pemain. Itulah yang membuat Spanyol terus tampil konsisten," ujarnya.
Sementara itu, legenda Spanyol Fernando Hierro menilai De la Fuente berhasil membangun ikatan emosional yang kuat di dalam skuad. Menurutnya, atmosfer kekeluargaan yang tercipta menjadi salah satu fondasi penting di balik perjalanan impresif Spanyol sepanjang turnamen.
"Mereka bermain seperti sebuah keluarga. Semua menikmati kebersamaan, saling mendukung, dan itu menciptakan atmosfer yang luar biasa. Dalam turnamen panjang seperti Piala Dunia, faktor tersebut sangat menentukan," kata Hierro.
Kini, sejarah tinggal berjarak satu pertandingan bagi Luis de la Fuente. Jika mampu membawa Spanyol mengalahkan Argentina pada partai final di MetLife Stadium, New Jersey, Senin (20/7/2026) WIB, ia bukan hanya akan mempersembahkan trofi Piala Dunia bagi La Roja setelah penantian 16 tahun, tetapi juga mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola Spanyol.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 19 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu




