Bangganya Lionel Scaloni Usai Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia 2026
AS – Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya setelah sukses membawa Albiceleste melangkah ke final Piala Dunia 2026. Kemenangan dramatis atas Inggris menjadi bukti mental juara yang dimiliki anak asuhnya.
Argentina memastikan tiket ke partai puncak usai menaklukkan Inggris dengan skor 2-1 pada laga semifinal yang berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
Sempat tertinggal lewat gol Anthony Gordon, Argentina bangkit secara luar biasa. Enzo Fernandez menyamakan kedudukan pada menit ke-85 sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan melalui gol di masa injury time. Lionel Messi kembali menjadi sosok sentral dengan mencatatkan dua assist yang mengubah jalannya pertandingan.
Scaloni mengaku sangat tersentuh dengan semangat juang para pemainnya. Menurutnya, Argentina kembali menunjukkan karakter pantang menyerah yang selama ini menjadi identitas tim.
"Saya sudah kehabisan kata-kata. Ini adalah kebahagiaan bagi negara kami dan seluruh rakyat Argentina. Beberapa hari lalu saya mengatakan tim ini tidak pernah berhenti memberi kejutan. Kami akan terus berusaha menang dan memberikan segalanya. Setelah apa yang ditunjukkan para pemain ini, sangat sulit menggambarkan betapa luar biasanya mereka," ujar Scaloni.
Pelatih berusia 48 tahun itu juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pendukung Argentina yang memadati stadion. Ia menilai atmosfer luar biasa yang diciptakan suporter menjadi tambahan motivasi bagi tim hingga mampu membalikkan keadaan.
"Luar biasa. Tim ini benar-benar istimewa. Ini bukan kesombongan, tetapi datang dari hati. Dukungan para suporter hari ini membawa kami meraih kemenangan dan saya sangat berterima kasih kepada mereka," katanya.
Sementara itu, Lautaro Martinez mengungkapkan dirinya sudah memiliki firasat akan menjadi pahlawan kemenangan bahkan sebelum masuk ke lapangan. Ia mengaku sempat mengatakan kepada Alexis Mac Allister dan Facundo Medina bahwa dirinya akan mencetak gol penentu.
"Saya memimpikan gol itu. Saya mengatakan kepada Alexis bahwa saya akan mencetak gol. Saya juga bilang kepada Facu Medina di bangku cadangan bahwa saya akan masuk dan memenangkan pertandingan. Syukurlah itu benar-benar terjadi. Enzo juga mencetak gol yang luar biasa. Tim ini sekali lagi menunjukkan kualitasnya. Inggris mulai kelelahan setelah menekan selama sekitar 60 menit," kata penyerang Inter Milan tersebut.
Menurut Lautaro, menurunnya intensitas permainan Inggris membuat Argentina lebih leluasa menguasai bola dan menciptakan ruang. Momentum itu dimanfaatkan dengan sempurna hingga lahir dua gol yang memastikan langkah Albiceleste ke final.
Pada partai puncak, Argentina akan menghadapi Spanyol di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (20/7/2026) WIB. Laga tersebut diprediksi menjadi duel dua raksasa sepak bola dunia yang sama-sama tampil impresif sepanjang turnamen. Sementara itu, Inggris harus puas memperebutkan posisi ketiga melawan Prancis.
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 21 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu




