TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pemkot Deteksi Dini Ancaman Kebakaran Di TPA Cipeucang

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Kamis, 23 Juli 2026 | 07:15 WIB
ils
ils

CIPUTAT-Musim kemarau berpotensi rawan kebakaran. Termasuk ancaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Kecamatan Serpong. Beragam langkah mitigasi pun disiapkan Pemkot Tangsel, mulai dari pembangunan cerobong gas metana, pemasangan sistem deteksi dini, penyediaan sumber air, hingga penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kebakaran.

 

 Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, langkah antisipasi tersebut dilakukan setelah berkaca pada sejumlah peristiwa kebakaran TPA yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir, salah satunya di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. 

 

 Karena itu, ia telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum, serta perangkat daerah terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan di TPA Cipeucang.

 

 "Kami juga berkaca pada kejadian kebakaran tempat pembuangan akhir di beberapa daerah. Karena itu saya telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup, DSDABMBK, serta perangkat daerah terkait untuk benar-benar mengantisipasi potensi kebakaran di TPA Cipeucang," kata Benyamin, Rabu (22/7).

 

 Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah membangun cerobong pembuangan gas metana dari dalam timbunan sampah. Menurut Benyamin, cerobong tersebut berfungsi mengalirkan gas metana keluar secara aman sehingga tidak terakumulasi dan memicu kebakaran ketika terjadi percikan api. "Insya Allah tahun ini cerobong gas metana akan dibangun di Landfill 1, Landfill 2, dan Landfill 3," ujarnya.

 

 Ia menjelaskan, Landfill 1 dan Landfill 2 saat ini telah ditumbuhi rumput serta tanaman yang membantu menyerap gas di dalam tanah. Namun, pembangunan cerobong tetap diperlukan sebagai langkah pengamanan tambahan.

 

 Sementara, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel, Ahmad Dohiri mengatakan, pihaknya telah menyusun sejumlah rekomendasi teknis untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran di TPA Cipeucang.

 

 Menurutnya, rekomendasi tersebut disampaikan kepada DLH usai rapat koordinasi yang digelar menyusul terjadinya kebakaran TPA di sejumlah daerah.

 

 "Kita sudah memberikan pertimbangan teknis kepada LH melalui UPTD. Apa saja yang harus disiapkan agar ketika terjadi kebakaran bisa secara sinergi, cepat ditangani, dan tidak berlarut-larut," ujarnya.

 

 Dia menjelaskan, selain pembangunan sistem pembuangan gas metana, pihaknya juga merekomendasikan pemasangan sistem deteksi dini berupa sensor suhu atau pemantauan titik panas agar potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal.

 

 Selain itu, Damkar meminta DLH menyiapkan sumber air berupa sumur atau reservoir di kawasan TPA sehingga proses pemadaman tidak terkendala pasokan air. Jalur khusus untuk mobil pemadam juga diminta selalu steril agar kendaraan dapat masuk dengan cepat saat terjadi keadaan darurat.

 

 "Kita juga meminta dibuat SOP bersama tentang bagaimana penanganan jika TPA terbakar, sehingga seluruh instansi terkait memiliki pola koordinasi dan mitigasi yang sama," katanya. 

 

 Tak hanya itu, Damkar merekomendasikan pengelolaan timbunan sampah secara berkala melalui pemadatan dan penutupan tanah, pembatasan tinggi timbunan sampah, patroli rutin selama musim kemarau, pemantauan kadar gas metana, serta penyiagaan alat berat selama 24 jam di periode rawan kebakaran. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko kebakaran sekaligus mempercepat penanganan apabila insiden terjadi.(rmn)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit