Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Selimuti Tangsel, Pemkot Minta Warga Waspada
Kurangi Aktivitas di Luar, Gunakan Masker dan Lindungi Mata
PAMULANG - Abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terasa di sejumlah wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Abu terlihat menempel pada kendaraan milik warga dan sejumlah permukaan benda di lingkungan permukiman.
Kondisi tersebut membuat warga meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas. Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat (4/9) turut menjadi perhatian masyarakat, khususnya setelah abu mulai terlihat di lingkungan tempat tinggal. Lalu mulai terasa di Tangsel sejak Minggu (6/9) pagi.
Salah seorang warga Pamulang, Linda, mengaku kaget ketika melihat sepeda motornya dipenuhi abu pada Sabtu pagi. Padahal, kendaraan tersebut baru saja dicuci pada malam sebelumnya.
"Iya tadi juga kaget. Sebenarnya saya sudah tahu dari ibu saya yang berada di Lampung. Orang tua saya khawatir nanyain ke saya. Dan benar ternyata saat pagi saya lihat motor saya sudah tebal abu nya. Padahal semalam motornya itu baru saya cuci. Ternyata abunya tebal juga. Saya lihat kendaraan lain juga abu," ujarnya, Minggu (6/9).
Linda mengatakan, informasi dari keluarganya di Lampung membuat dirinya lebih waspada terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Ia pun mulai membatasi aktivitas anaknya di luar rumah dan meminta menggunakan masker sebagai bentuk perlindungan.
"Jadi lebih waspada aja. Anak keluar saya suruh pakai masker," katanya.
Menanggapi fenomena ini, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Warga diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko terpapar abu vulkanik.
"Saya mengimbau warga Tangsel untuk pakai masker apabila berkegiatan di luar ruangan atau rumah, banyak. Minum air putih karena panasnya cukup terik," kata Benyamin.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Tangsel mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Partikel abu dapat mengganggu kesehatan apabila terhirup serta ketika mengenai mata maupun kulit.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, masyarakat perlu melakukan langkah perlindungan, terutama ketika kondisi udara terlihat berkabut, berdebu, atau terdapat abu vulkanik di lingkungan sekitar.
"Masyarakat diimbau agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Masker N95 dianjurkan untuk membantu menyaring partikel kecil, termasuk abu vulkanik. Masker medis dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan apabila masker N95 tidak tersedia," jelasnya.
Selain menggunakan masker, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika abu vulkanik sedang menyebar. Warga juga dianjurkan menggunakan kacamata pelindung untuk mencegah abu mengenai mata.
Apabila abu vulkanik menyebar cukup tebal, masyarakat disarankan tetap berada di dalam ruangan. Mata dan hidung yang terkena abu dapat dibersihkan menggunakan air bersih. Setelah beraktivitas di luar ruangan, warga juga dianjurkan mencuci tangan dan wajah.
Abu yang menempel pada atap rumah, halaman, maupun saluran air juga perlu dibersihkan secara berkala. Warga diimbau tidak membakar sampah atau bahan lain yang dapat memperburuk kualitas udara di lingkungan.
Masyarakat yang harus berkendara juga diminta meningkatkan kehati-hatian. Abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang sehingga berpotensi mengganggu keselamatan selama perjalanan.
Selain itu, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu menjaga kondisi tubuh. Imbauan lainnya adalah mengikuti perkembangan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau hanya melalui sumber resmi pemerintah dan instansi terkait.
Dinkes Tangsel juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik. Keluhan yang perlu diperhatikan antara lain batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan, serta iritasi mata seperti mata merah, perih atau berair.
Iritasi kulit berupa gatal atau kemerahan juga perlu mendapat perhatian. Warga yang mengalami keluhan diminta segera mengurangi paparan abu dan memeriksakan diri ke UPTD Puskesmas, rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Pemeriksaan terutama diperlukan apabila keluhan kesehatan menetap, semakin berat, atau disertai kesulitan bernapas.
Dinkes Tangsel mengajak masyarakat tetap tenang namun waspada dengan menerapkan langkah perlindungan sesuai kondisi lingkungan masing-masing. Penggunaan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, melindungi mata, serta mengikuti informasi resmi menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga dari paparan abu vulkanik.
Nasional | 5 jam yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu




